Banyak orang memilih menjauhi sambal dan makanan pedas saat Ramadan. Mereka khawatir makanan pedas memicu gangguan lambung dan masalah pencernaan. Padahal, kata dokter, kita nggak perlu lho ‘musuhan’ sama cabai dan teman-temannya demi lancar menjalankan ibadah puasa.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, memastikan cabai tetap aman dikonsumsi saat puasa.
Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menegaskan, masyarakat tidak perlu menghentikan konsumsi pedas sepenuhnya. Ia menyarankan pembatasan, terutama saat sahur. Namun, keputusan itu harus menyesuaikan kondisi kesehatan masing-masing.
“Pada berbagai kesempatan ada saja anjuran untuk mengurangi yang pedas-pedas terutama saat sahur. Saya setuju untuk mengurangi tapi tidak perlu stop sama sekali,” katanya.
Ia menjelaskan, orang dengan saluran cerna sehat bisa menikmati cabai tanpa masalah berarti. Selama Ramadan, aktivitas fisik dan asupan cairan menurun. Kondisi itu kerap memicu sembelit pada sebagian orang.
Dalam situasi tersebut, cabai justru membantu merangsang buang air besar. Kandungan capsaicin di dalamnya memberi efek tertentu pada sistem pencernaan. Sensasi pedasnya mampu memicu respons tubuh secara alami.
Dokter kelahiran 1970 itu juga menyinggung masa adaptasi di awal puasa. Perubahan pola tidur sering menimbulkan pegal dan sakit kepala. Capsaicin dalam cabai memiliki efek analgesik atau pereda nyeri.
“Manfaat capsaisin sendiri dapat meningkatkan nafsu makan, merangsang buang air besar, serta karena bersifat analgetik juga membantu mengurangi sakit kepala,” ujarnya.
Tak hanya itu, cabai menyimpan sejumlah nutrisi penting. Bahan dapur ini mengandung serat, vitamin C, vitamin A, mineral, dan antioksidan. Zat gizi tersebut membantu menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.
Cabai juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh. Proses pembakaran kalori menjadi lebih optimal. Tubuh pun terasa lebih segar saat menjalani aktivitas harian di bulan suci.
Meski begitu, ia mengingatkan agar konsumsi pedas tetap bijak. Asupan berlebihan dapat memicu maag, diare, hingga rasa panas pada penderita ambeien. “Cabai merupakan suplemen favorit bagi sebagian masyarakat dan mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, tetapi juga harus hati-hati dikonsumsi pada pasien dengan gangguan pencernaan,” pungkasnya.




