Bubuk teh hijau asal Jepang yang kini menjadi minuman tren di banyak negara dan banyak dipuji karena manfaat kesehatannya, tetapi para ahli mempertanyakan apakah kita benar-benar perlu minum lebih banyak matcha setiap hari.
Dinukil dari BBC, Tren ini muncul bersamaan dengan pertumbuhan gerai minuman matcha dan konten media sosial yang mengasosiasikannya dengan gaya hidup sehat dan fokus mental.
Salah satu alasan matcha diminati adalah kandungan antioksidan dan L-theanine, asam amino yang dipercaya membantu meningkatkan fokus dan memberi efek relaksasi tanpa rasa gelisah seperti kopi. Antioksidan dalam matcha juga bisa membantu tubuh melawan radikal bebas dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Selain itu, matcha biasanya mengandung kafein yang lebih stabil dibanding kopi, memberikan energi tanpa lonjakan tajam yang sering dikaitkan dengan minuman berkafein tinggi. Itu membuatnya jadi pilihan populer terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kewaspadaan tanpa efek samping kopi.
Meski begitu, banyak ahli kesehatan menekankan bahwa konsumsi matcha tetap harus moderat. Matcha memiliki kadar kafein yang cukup tinggi dan bila diminum berlebihan bisa memengaruhi tidur atau memicu efek samping seperti gangguan pencernaan.
Kekhawatiran lain yang sering disorot adalah kemampuan matcha untuk menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh karena kandungan taninnya. Ini terutama relevan bagi mereka yang sudah berisiko rendah zat besi, seperti vegetarian, perempuan dengan menstruasi berat, atau orang yang mengalami defisiensi.
Para pakar nutrisi menyarankan untuk menikmati matcha di luar waktu makan utama, serta tetap memasukkan makanan kaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Batas konsumsi yang banyak direkomendasikan adalah sekitar satu cangkir per hari agar manfaatnya tetap optimal tanpa risiko berlebihan.
Pada akhirnya, matcha tetap dianggap sebagai minuman sehat jika dikonsumsi dengan benar — tetapi bukan berarti semua orang perlu menambah jumlahnya setiap hari tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi mereka.





