Raksasa teknologi Meta tengah menyiapkan skema layanan berlangganan premium untuk tiga aplikasi populernya: Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Rencana ini akan diuji coba dalam beberapa bulan mendatang sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkenalkan fitur eksklusif di luar layanan dasar yang tetap gratis.
Dikutip dari BBC, paket layanan berbayar ini dirancang untuk memberi pengguna akses ke fitur tambahan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tidak tersedia bagi pengguna gratis. Skema tersebut juga mencakup peningkatan kemampuan produktivitas dan kreativitas di masing-masing aplikasi.
Meta menyatakan bahwa setiap aplikasi akan memiliki rangkaian fitur premium berbeda, dengan fokus pada pengalaman pengguna yang lebih luas tanpa menghilangkan fungsi inti layanan yang tetap dapat diakses secara gratis.
Misalnya, di Instagram, beberapa uji coba fitur yang muncul meliputi kemampuan membuat daftar audiens tanpa batas dan melihat pengikut yang tidak mengikuti balik.
Sebagai bagian dari strategi ini, Meta juga berencana mengintegrasikan agen AI Manus yang baru saja diakuisisi senilai sekitar USD 2 miliar ke dalam layanan berlangganan mereka, sekaligus tetap menawarkan versi AI tersebut untuk segmen bisnis.
Skema layanan premium ini muncul di tengah persaingan ketat antara platform media sosial global dalam menawarkan pengalaman yang lebih personal, kaya fitur, dan berorientasi pada monetisasi fungsionalitas tingkat lanjut.





