spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Skandal Andrew–Epstein, Buckingham Harus Bertanggung Jawab?

Penulis dan biografer kerabat kerajaan Inggris, A.N. Wilson, kembali membuat pernyataan tajam soal skandal yang melibatkan mantan Pangeran Andrew serta mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Dikutip dari Dailymail.co.uk, Wilson menilai Buckingham Palace seharusnya lebih cepat bertindak untuk mencegah kekacauan yang kini terus menjerat nama keluarga kerajaan, termasuk mempertanyakan peran mendiang Ratu Elizabeth II dalam skandal ini.

Wilson menilai bahwa keterlibatan Andrew dengan Epstein mencerminkan masalah struktural dalam keluarga kerajaan. Ia menyoroti bagaimana perilaku Pangeran Andrew yang “tawdry lifestyle” — gaya hidup yang dipandang memalukan dan penuh kontroversi — seharusnya mendapat penanganan lebih tegas jauh sebelum eskalasi skandal besar terjadi.

Pernyataan Wilson ini muncul di tengah sorotan publik yang kian memuncak setelah publikasi berkas baru terkait Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, yang kembali membuka berbagai kontak dan korespondensi antara Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh.

Skandal ini terus menaikkan tekanan pada monarki Inggris untuk memberikan jawaban.

“Ini adalah gaya hidup murahan yang seharusnya diteliti oleh Parlemen, tetapi ada juga pertanyaan tentang tanggung jawab dan penilaian,” tulis Wilson dalam kolomnya.

Wilson menganggap Ratu Elizabeth II, yang wafat pada 2022, menyandang tanggung jawab atas kontrol yang lenyap terhadap tingkah laku salah satu anaknya sendiri. Menurut sang penulis, Ratu seharusnya lebih membantu meredam kerusakan reputasi keluarga kerajaan yang kini terus membayangi era pemerintahan Raja Charles III.

Skandal ini juga memberi tekanan pada Charles, yang kini memimpin kerajaan setelah wafatnya sang ibu. Wilson menyarankan bahwa Raja Charles perlu bertindak lebih jelas dalam meminta maaf kepada para korban skandal Epstein atas nama keluarga kerajaan, terutama mengingat dampak psikologis yang luas terhadap penyintas kejahatan Epstein.

“Kerajaan tidak kebal terhadap pengawasan,” lanjut Wilson.


Kritik Wilson muncul berbarengan dengan kontroversi yang terus menimpa Pangeran Andrew. Ia telah menyerahkan gelar bangsawan dan dicabut dari banyak tugas resmi, termasuk kehilangan posisi militer dan patronase setelah publik diguncang oleh tuduhan dan bukti hubungan intimnya dengan jaringan Epstein — meski Andrew sendiri membantah tuduhan kriminal tertentu.

Terlepas dari pembantahan itu, materi dokumen baru yang dirilis menunjukkan sejumlah komunikasi dan pertemuan antara Andrew dan Epstein, termasuk usulan untuk makan malam di Buckingham Palace serta upaya memperkenalkan wanita tertentu kepada Andrew atas nama Epstein.

Hal ini membuat banyak analis menilai bahwa monarki seharusnya lebih cepat menyikapi hubungan tersebut demi melindungi reputasi institusi.

Komentar Wilson ini disambut beragam oleh publik dan media Inggris. Sebagian menyambutnya sebagai kritik berani terhadap lembaga monarki yang selama ini kurang transparan, sementara sebagian lain menilai argumen tersebut terlalu keras terhadap figur kerajaan yang sudah mengalami konsekuensi besar atas skandal ini.

Namun satu hal yang jelas, perdebatan soal tanggung jawab institusional atas skandal Epstein terus menjadi sorotan utama di Inggris dan dunia.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles