spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Pelangi di Mars, Petualangan Anak Indonesia Selamatkan Bumi

Mahakarya Pictures memperkenalkan film petualangan fiksi ilmiah berjudul Pelangi di Mars lewat peluncuran trailer resmi di Jakarta, belum lama ini. Film anak yang mereka kembangkan selama lima tahun itu mengangkat kisah imajinatif tentang anak Indonesia yang menjalankan misi penting dari Planet Mars demi mengatasi krisis air bersih di Bumi.

Apa yang membuat film ini menarik?

Tim produksi menggarapnya dengan teknologi Extended Reality (XR) yang memadukan animasi 3D dan produksi virtual di Studio DossGuavaXR. Lanskap Mars tampil megah dan imersif. Namun, sineas di balik layar menegaskan bahwa teknologi bukan pusat cerita. Mereka justru ingin membuka ruang imajinasi bagi anak-anak Indonesia.

Produser Dendi Reynando menginisiasi proyek ini karena melihat minimnya pilihan tontonan keluarga di Tanah Air. Ia menyatakan, “Film anak dan keluarga masih sangat terbatas. Kami ingin memberi alternatif, agar anak-anak Indonesia punya cerita mereka sendiri.”

Cerita berfokus pada Pelangi, tokoh anak yang diperankan Messi Gusti. Ia tumbuh di Mars setelah terdampar bersama ibunya, Pratiwi. Saat sang ibu menjalankan misi mencari mineral Zeolith Omega sebagai solusi krisis air bersih di Bumi, Pelangi tak sekadar menjadi pengikut. Ia terlibat aktif dan perlahan menjadi penggerak utama cerita.

Di sinilah kekuatan film ini terasa. Pelangi di Mars menempatkan anak sebagai subjek yang mengambil keputusan dan memimpin, bukan sekadar menunggu solusi dari orang dewasa. Pendekatan ini terasa segar di tengah dominasi film anak yang kerap memusatkan peran pada figur dewasa. Rio Dewanto, Messi Gusti hingga Livy Renata mengambil peran di film ini.

Sutradara Upie Guava melihat gagasan tersebut sebagai refleksi perannya sebagai orang tua. Ia menuturkan, “Tugas orang tua adalah mengantarkan anaknya hidup di zamannya.” Menurutnya, tantangan generasi hari ini berbeda dari masa lalu sehingga anak perlu ruang untuk memahami dunia dengan caranya sendiri.

Latar krisis lingkungan di Bumi hadir sebagai konteks cerita, bukan ancaman yang menakutkan. Sang sutradara mengakui keresahannya terhadap isu perubahan iklim, tetapi ia memilih pendekatan yang tidak menggurui. “Anak-anak tidak suka digurui,” ujarnya. Karena itu, pesan menjaga bumi mengalir alami lewat petualangan, persahabatan dengan robot-robot interaktif, serta pencarian ayah Pelangi.

Unsur teknologi XR dan animasi 3D memperkuat pengalaman sinematik tanpa menggeser emosi cerita. Dalam acara peluncuran trailer, lima robot dari film ini bahkan hadir menyapa media. Para pengisi suara seperti Bimoky, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya ikut memeriahkan suasana.

Komika Kristo Immanuel yang mengisi suara robot Yoman menyampaikan apresiasinya terhadap keseriusan produksi film ini. Ia menilai anak-anak Indonesia layak mendapatkan tontonan berkualitas dengan garapan yang mumpuni.

Pada akhirnya, Pelangi di Mars bukan sekadar kisah petualangan di planet lain. Film ini mengajak anak-anak membayangkan diri mereka sebagai bagian dari solusi atas persoalan dunia. Bagi orang tua, film ini bisa menjadi jembatan untuk memahami cara anak melihat masa depan. Sementara bagi anak-anak, Pelangi menjadi simbol keberanian dan rasa ingin tahu untuk menghadapi zaman mereka sendiri.

Pelangi di Mars akan menyapa anak-anak Indonesia pada libur Lebaran tahun ini. Penasaran seperti apa filmnya, tonton dulu trailernya di bawah ini

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles