Pagelaran Sabang Merauke 2026 kembali hadir dengan konsep berbeda. Ajang budaya ini menggelar rangkaian road to event untuk menjangkau publik lebih luas.
Memasuki tahun ketujuh, pagelaran ini mengajak generasi muda terlibat aktif. Konsep ini dirancang agar budaya terasa dekat dengan keseharian anak muda.
Kegiatan road to event digelar di Jakarta, tepatnya di Grand Indonesia. Acara berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, dengan antusiasme tinggi dari peserta.
CEO iForte & Protelindo Group, Aming Santoso, menyampaikan alasan di balik konsep ini. Ia menilai generasi muda memiliki minat besar terhadap budaya.
“Kami ingin semua orang berpartisipasi aktif di dalam “Pagelaran Sabang Merauke: Hanya Indonesia yang Punya” secara lebih luas, meliputi masyarakat di daerah daerah, termasuk anak muda,” ujar Aming.
Ia menambahkan, pendekatan akan sesuai dengan karakter generasi sekarang. Sehingga, hal ini membuat budaya lebih mudah diterima.
“Kita membuat sesuatu yang sesuai dengan karakter generasi muda. Karena mereka punya minat luar biasa dengan budaya indonesia, tinggal cari wadah yang tepat. Itu yang kami buat,” ia menyambung.
Road to event ini menghadirkan tiga program utama. Ketiganya meliputi iForte Dance Competition Inspirasi Diri, The Audition, dan Parade Inspirasi Diri.
Kompetisi tari menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan ini. Ajang tersebut terbuka untuk pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, Vice President Director iForte yang merupakan Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke, Silvi Liswanda, mengungkap jumlah peserta yang mendaftar. Antusiasme terlihat dari ratusan grup yang ikut serta.
“Dari 710 kemudian tampil lah yang akan tampil di grand final, ada 30 peserta tari grup terbaik dari seluruh Nusantara,” kata Silvi.
Melalui rangkaian ini, penyelenggara ingin menciptakan ruang ekspresi budaya yang inklusif. Ajang ini sekaligus menjadi jembatan antara tradisi dan generasi muda.





