Krisdayanti menjadi salah satu penampil dalam konser “A Tribute to Teresa Teng” di The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta, 28 Oktober 2026. KD dan Putri Ayu akan jadi penampil khusus dalam konser yang menghadirkan penyanyi Flora Liu dari Shanghai tersebut.
Ada cerita menarik di balik keterlibatan Krisdayanti dalam konser “A Tribute to Teresa Teng.” Beberapa pekan sebelumnya, Nyonya Raul Lemos menghadiri konferensi pers Anugerah Musik Indonesia 2026 di salah satu hotel bintang lima di Senayan.
Saat itu, ponselnya berdering. Krisdayanti mengecek ponsel. Ternyata, yang menelepon bos jaringan bioskop Cinema XXI, Benny Suherman.
“Kalau enggak diangkat, nanti enggak selamat. Saya tidak bisa menonton bioskop ha ha ha. Benny Suherman adalah owner Cinema XXI di Indonesia. Lewat ponsel beliau bilang: Yanti, tanggal 28 Oktober ada konser tribute untuk Teresa Teng,” kenang KD.
Benny Suherman kemudian meminta Krisdayanti menjadi penampil pembuka dalam konser “A Tribute to Teresa Teng.” Bagi KD, tawaran ini sebuah kehormatan. Selama lebih dari 30 tahun, Krisdayanti kerap manggung off-air sebagai wedding singer.
Selama itu pula, bintang sinetron Doaku Harapanku dan Abad 21 kerap membawakan lagu Mandarin berdasarkan permintaan pihak penyelenggara. Karenanya, Krisdayanti akrab dengan lagu-lagu hit mendiang Teresa Teng.
“Lagu Mandarin yang menurut saya, secara resonansi vokal maupun musik mampu melintasi generasi, enggak ada yang lain, memang Theresa Teng,” ujar Krisdayanti di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Legasinya Luar Biasa
Berkaca pada pengalaman, dalam aransemen sederhana maupun grande, lagu Teresa Teng selalu sukses membuat penonton ikut nyanyi bareng. Generasi muda pun ikut bersenandung meski mungkin, tidak hafal atau paham seluruh liriknya.
Bagi Krisdayanti, inilah kekuatan karya Teresa Teng. “Kalau mengecek Wikipedia, saya masih terkagum-kagum. Namun, yang membuat saya sedih Teresa Teng usianya enggak begitu panjang, 42 tahun. Tapi, legasinya luar biasa,” ucap KD.
Teresa Teng meninggal dunia pada 1995. Meski demikian, sampai sekarang, ada saja hal baru soal mendiang yang bikin orang kagum. Lagu “Tian Mi Mi (Semanis Madu)” misalnya, merupakan adaptasi dari gambang semarangan tahun 1950-an.
“Ternyata itu lagu langgam Semarang, ‘Dayung Sampan.’ Saya bangga sekali. Pop Mandarin dalam lanskap musik Asia punya benang merah,” Krisdayanti menambahkan, lalu menyorot lokasi konser, yakni The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta.
Pertama, Venue. Kedua, Venue. Ketiga, Venue.
Sebagai informasi, dalam konser “A Tribute to Teresa Teng,” Krisdayanti, Putri Ayu, dan Flora Liu bakal manggung bersama 50 Piece Orchestra by Astrid Lea, di bawah arahan RM Condro sebagai konduktor.
Jelang konser, KD dan Astrid Lea berkesempatan “sidak” ke The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta. Ia mengaku terpukau dengan venue elegan dengan fitur tata suara dan atmosfer yang sangat mendukung konsep “A Tribute to Teresa Teng.”
“Kalau penyanyi biasanya mau konser, yang dicari bukan siapa musisi dan bintang tamunya, tapi pertama venue. Kedua, venue. Ketiga, venue. Kalau penyanyi mau bikin konser, venue-nya di mana? Begitu melihat venue-nya, masyaallah…,” seru Krisdayanti.






