Festival Film Indonesia atau FFI 2026 mengumumkan daftar lengkap nominasi Piala Citra di Gedung Perusahaan Film Negara (PFN) Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026. Film Ghost in the Cell karya sineas Joko Anwar memborong 13 nominasi Piala Citra.
Sejumlah tokoh dan figur publik menghadiri pembacaan nominasi FFI 2026. Mereka yakni, Riefian Fajarsyah (Direktur Utama PFN), Ario Bayu (Ketua Komite FFI 2026), beserta Budi Irawanto (Ketua Bidang Penjurian FFI 2026).
Selain itu, ada Prilly Latuconsina (Ketua Bidang Program FFI 2026) juga Duta FFI, Nirina Zubir dan Morgan Oey. Melalui video resmi, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, turut mendukung serta mengucapkan selamat kepada para nomine Piala Citra FFI 2026.
“Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1955, Festival Film Indonesia telah menjadi ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Tanah Air sekaligus cerminan dedikasi industri film dalam merekam kebudayaan, dinamika sosial, dan identitas bangsa,” katanya.
Karenanya, menjadi nominasi FFI 2026 adalah pencapaian yang patut dibanggakan. “Teruslah menginspirasi dan memancarkan cahaya karya terbaik bagi kebudayaan Indonesia, tak hanya di negeri sendiri, tetapi juga di panggung dunia,” ujar Fadli Zon.
Kategori Film Cerita Panjang Terbaik
Untuk kategori Film Cerita Panjang Terbaik, kelima nomine terpilih telah menjalani seleksi awal tahap 1. Seleksi ini untuk menentukan daftar panjang 25 film cerita panjang. Setelahnya, ada seleksi awal tahap 2 untuk menentukan daftar pendek 15 film cerita panjang.
Lebih lanjut, proses penjurian tahap nominasi melibatkan Akademi Citra FFI 2026, terdiri para insan film yang telah menerima penghargaan Piala Citra FFI sebelumnya, dan perwakilan Asosiasi Profesi Perfilman di Indonesia.
85 Anggota Akademi Citra
Sebanyak 85 anggota Akademi Citra dan 38 anggota perwakilan dari 13 Asosiasi Profesi Perfilman bekerja sejak 17 September hingga 5 Oktober 2026. Budi Irawanto menjelaskan, tahun ini ada 531 karya yang mendaftar FFI.
“Terdiri dari 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, 1 film animasi panjang, 57 film animasi pendek, 20 film dokumenter panjang, dan 73 film dokumenter pendek, serta 110 karya kritik film,” urainya. Berikut daftar nominasi FFI 2026.
Film Cerita Panjang Terbaik:
- Dopamine (Chand Parwez Servia dan Mithu Nisar)
- Ghost in the Cell (Tia Hasibuan)
- Para Perasuk (Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi)
- Na Willa (Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari)
- Operasi Pesta Copet (Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan)
Film Dokumenter Panjang Terbaik:
- A Distorted Individual (sutradara dan produser: Adythia Utama)
- I Saw Her in Motion (sutradara dan produser: Umi Lestari)
- The Last Supper (Whisper) (sutradara: Daniel Rudi Haryanto, produser: Rolando Octavio Purba, Yolinda Puspitarini, dan Daniel Rudi Haryanto)
- Planet of Love (sutradara: Ika Wulandari, produser: Ika Wulandari dan John Badalu)
- Tonggo Gedhek (sutradara: Gama Triono, produser: Tonny Trimarsanto)
Film Dokumenter Pendek Terbaik:
- Discordia (sutradara: Dery Prananda, produser: Nur Hidayah Perwitasari)
- Mae Menjaga Masjid (sutradara: Gladhys Elliona, produser: Dewangkoro Rinugroho)
- Murdijati Gardjito (sutradara dan produser: Hindra Setya Rini)
- Sharp Objects (sutradara dan produser: Taufiqurrahman Kifu, Hattie Wade)
- Sino (sutradara: Gilang Akbar, produser: Kezia Hapsari dan Torra Buana)
Film Cerita Pendek Terbaik:
- Amelia, Amelia (sutradara: Daphne, produser: Anandita Devitarianti dan Amalia Rusdi)
- Dihapus dari Peta (sutradara: Maarij Reka, produser: Nabila Maharani Ribusari)
- Mothers Are Mothering (sutradara: Khozy Rizal dan Lam Li Shuen, produser: Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma)
- Malam Sepanjang Napas (sutradara: Irwan Sebleku, produser: Elsy Grazia)
- αLPα (sutradara: Dhiwangkara Seta, produser: Tia Sukma Sari)
Film Animasi Pendek Terbaik:
- Calabai (sutradara dan produser: Gina Korompot)
- Drowned in Internet (sutradara: Naufal Zhorif Aryawan, produser: Nita Virena Nathania)
- Enigma Wajah Arca (sutradara dan produser: Kresensia Adellitha Devalia)
- Nyanyian di Angkringan (sutradara: Shafiyyah Aida, produser: Yansen Emanuel Irawan)
- Stories of Sahaba: Talhah Ibn Ubaydullah-The Living Martyr (sutradara: Bony Wirasmono, produser: Taufik Ramadhan)
Sutradara Terbaik:
- Bernardus Raka (Nobody Loves Kay)
- Edwin (Monster Pabrik Rambut)
- Joko Anwar (Ghost in the Cell)
- Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya)
- Wregas Bhanuteja (Para Perasuk)
Pemeran Utama Pria Terbaik:
- Abimana Aryasatya (Ghost in the Cell)
- Angga Yunanda (Para Perasuk)
- Ardit Erwandha (Tunggu Aku Sukses Nanti)
- Marthino Lio (Badut Gendong)
- Nicholas Saputra (Tukar Takdir)
Pemeran Utama Wanita Terbaik:
- Christine Hakim (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Luisa Adreena (Na Willa)
- Marsha Timothy (Tukar Takdir)
- Meriam Bellina (Senin Harga Naik)
- Shenina Cinnamon (Dopamine)
Pemeran Pendukung Pria Terbaik:
- Aming (Ghost in the Cell)
- Didik Nini Thowok (Monster Pabrik Rambut)
- Kristo Immanuel (Operasi Pesta Copet)
- Teuku Rifnu Wikana (Dopamine)
- Yoga Pratama (Ghost in the Cell)
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik:
- Kawai Labiba (Operasi Pesta Copet)
- Lydia Kandou (Ikatan Darah)
- Maudy Ayunda (Para Perasuk)
- Raihaanun (Semua Akan Baik-Baik Saja)
- Sarah Sechan (Tunggu Aku Sukses Nanti)
Skenario Asli Terbaik:
- Dopamine (Teddy Soeriaatmadja)
- Ghost in the Cell (Joko Anwar)
- Para Perasuk (Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, dan Alicia Angelina)
- Operasi Pesta Copet (Rino Sarjono dan Edy Khemod)
- Tunggu Aku Sukses Nanti (Evelyn Aprilia)
Skenario Adaptasi Terbaik:
- Na Willa (Ryan Adriandhy berdasarkan novel karya Reda Gaudiamo)
- Nobody Loves Kay (Johanna Wattimena dan Bernardus Raka berdasarkan kisah hidup Kairi Ygnacio Rayosdelsol)
- Tukar Takdir (Mouly Surya berdasarkan novel karya Valiant Budi)
Sinematografi Terbaik:
- Dopamine (Vera Lestafa)
- Ghost in the Cell (Ical Tanjung)
- Para Perasuk (Gunnar Nimpuno)
- Na Willa (Yadi Sugandi)
- Semua Akan Baik-Baik Saja (Yudi Datau)
Editing Terbaik:
- Dopamine (Aline Jusria)
- Senin Harga Naik (Hendra Adhi Susanto)
- Operasi Pesta Copet (Aline Jusria)
- Semua Akan Baik-Baik Saja (Cesa David Luckmansyah)
- Tunggu Aku Sukses Nanti (Ryan Purwoko)
Efek Visual Terbaik:
- Badut Gendong (Gaga Nugraha Ramadhan)
- Abadi Nan Jaya (Mattebox Visualworks)
- Ghost in the Cell (Abby Eldipie dan Kalvin Irawan)
- Na Willa (David A. Widya P., Concetta CFX dan Dalang Digital Studio)
- Monster Pabrik Rambut (Bintang Adi Pradana dan Harris Reggy)
Tata Suara Terbaik:
- Abadi Nan Jaya (Arief Budi Santoso dan Fajar Yuskemal)
- Para Perasuk (Sutrisno dan Satrio Budiono)
- Na Willa (Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono)
- Semua Akan Baik-Baik Saja (Fery Setiawan)
- Tunggu Aku Sukses Nanti (Waim Ahmad Fahreizi dan Andre Harihandoyo)
Tata Musik Terbaik:
- Badut Gendong (Aria Prayogi dan Rahadian Winursito)
- Ghost in the Cell (Aghi Narottama)
- Para Perasuk (Yennu Ariendra)
- Nobody Loves Kay (Zeke Khaseli dan Yudhi Arfani)
- Tukar Takdir (Zeke Khaseli dan Yudhi Arfani)
Lagu Tema Terbaik:
- “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” dari film Monster Pabrik Rambut (komposer dan penyanyi: Sal Priadi)
- “Semua Akan Baik-Baik Saja” dari film Semua Akan Baik-Baik Saja (komposer: Alvin Witarsa, penyanyi: Witarsa dan Aquene Djorghi)
- “Sikilku Iso Muni” dari film Na Willa (komposer: Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro, penyanyi: Luisa Adreena dan Azamy Syauqi)
- “Tandeman” dari film Operasi Pesta Copet (komposer dan penyanyi: Ipang Lazuardi)
- “The Town Was Gone” dari film Ghost in the Cell (komposer: Tony Dwi Setiaji dan Joko Anwar, penyanyi: Tony Merle)
Tata Artistik Terbaik:
- Ghost in the Cell (Dennis Sutanto)
- Ikatan Darah (Ahmad Zulkarnaen dan Wahyu Efata)
- Para Perasuk (Ong Hari Wahyu dan Edy Wibowo)
- Na Willa (Rini Sri Handayani)
- Monster Pabrik Rambut (Menfo Tantono)
Tata Kostum Terbaik:
- Badut Gendong (Gemailla Gea Geriantiana)
- Ghost in the Cell (Monika Paska)
- Na Willa (Astrid Rosiana Ishak)
- Operasi Pesta Copet (Gizza Ossiatzki)
- Monster Pabrik Rambut (Muthiara A. Revana)
Tata Rias Wajah dan Rambut Terbaik:
- Badut Gendong (Gunawan Saragih, Prio Prabu, dan Cherry Wirawan)
- Abadi Nan Jaya (Astrid Sambudiono dan Albasirun Ucok)
- Ghost in the Cell (Novie Ariyanti)
- Ikatan Darah (Aktris Handradjasa)
- Monster Pabrik Rambut (Eba Sheba)
Kritik Film Terbaik:
- “Melankolia dalam Aruna dan Lidahnya” (Penulis: Anton Kurnia)
- “Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri” (penulis: Gladhys Elliona)
- “Tubuh dan Ruang Yang Hilang dalam Pangku” (I Ngurah Gede Adi Putra)
- “Dunia Setinggi Mata Na Willa” (Soni Triantoro)
- “Kerja-Kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya” (Yulaika Romadhani)






