Rambut Sewu: Satu Langkah Getih menampilkan performa memikat Taskya Namya, Yusuf Mahardika, Wavi Zihan, dan Ruth Marini. Film horor karya sutradara Hanny R. Saputra ini menambah panjang produktivitas Taskya Namya di genre memedi.
Meski demikian, bukan berarti membintangi Rambut Sewu: Satu Langkah Getih tak meninggalkan kesan mendalam bagi Taskya Namya. Dalam wawancara di Jakarta, baru-baru ini, ia berbagi tiga kenangan selama syuting Rambut Sewu: Satu Langkah Getih.
Pertama, Taskya Namya dan kawan-kawan syuting saat Ramadan. Momen yang dinanti tentu saja azan magrib dan berburu takjil. “Kalau aku merasa haus banget tapi saling menguatkan sampai dengan azan magrib. Itu saatnya kami beli takjil berupa satai jamur,” kata Taskya Namya.
Kedua, dalam Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, Taskya Namya sebagai Marni, anak sulung dengan kaki cacat. Memeranan karakter spesifik seperti Marni jelas tak mudah. Ketiga, beruntung, Hanny R Saputra memberi kebebasan.
Tak ada permintaan khusus dari sutradara. “Kayaknya enggak ada. Pak Hanny membebaskan kami semua untuk membuat karakter masing-masing. Karena punya kekurangan di kaki, dia cacat, maka aku menggambarkan Marni sebagai perempuan insecure,” urainya.
Di tangan Taskya Namya, karakter Marni menjadi pribadi yang kurang bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang banyak. Para pencinta film bisa menyaksikan hasil akhirnya di bioskop Tanah Air mulai 5 November 2026.
Cari Tempat Yang Lebih Nyaman
Wavi Zihan membenarkan. Karakter Marni terbilang muram dan kelam. Rambut Sewu: Satu Langkah Getih sendiri menceritakan ibu dan anak yang pindah rumah karena banyak hal termasuk, masalah finansial.
“Selain itu, mencari tempat yang lebih nyaman buat ibunya karena lagi sakit. Ternyata rumah itu pernah ditempati satu keluarga bermasalah yang berhubungan dengan hal-hal supranatural alias mistis,” ucap Wavi Zihan.
Senada dengan Taskya Namya, Wavi Zihan mengakui ada banyak momen seru saat syuting Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Salah satunya, saat tokoh yang diperankannya, Wulan, berada di kebun teh.
Makhluk Lain
Rupanya, Yusuf Mahardika juga memfavoritkan adegan ini. “Salah satu adegannya, di kebun teh. Wavi bermain sangat bagus. Saya benaran melihat dia sebagai makhluk lain. Kami take berulang kali,” akunya.
Lebih lanjut, Wavi Zihan menambahkan, “Jujur, aku enggak melihat dia (Yusuf Mahardika) karena mataku pakai soft lense. Ternyata posisiku sudah dekat lalu dia berteriak. Aku ikut teriak karena kaget.”
Yusuf Mahardika jarang main film horor. Karenanya, syuting Rambut Sewu: Satu Langkah Getih terasa istimewa. Ia sebagai Damar, jurnalis muda yang menelusuri kejadian gaib hingga berinteraksi dengan entitas mengerikan.






