Saat pihak KlikFilm mengumumkan program Malang World Cinema 2026 atau MWC 2026, para pencinta sinema menyambut hangat. MWC hadir di Cinépolis Malang Town Square dari 14 sampai 21 November 2026 sebagai lanjutan program Jakarta World Cinema (JWC) yang telah memasuki tahun kelima.
MWC menyuguhkan 207 film dari 69 negara. Di dalamya, ada 20 film perwakilan resmi dari berbagai negara untuk berkompetisi di Piala Oscar 2027. Salah satu yang mencuri perhatian publik yakni film Naza karya sineas Yuval Abraham dan Rachel Szor.
Direktur KlikFilm sekaligus Executive Director MWC, Frederica, mengatakan, JWC dan MWC adalah ajang pesta film bagi pencinta sinema di Tanah Air. Program ini tak hanya menyajikan film bagus tapi juga menyentuh nurani penonton. Salah satunya, Naza.
“Ini film yang bisa menyentuh hati kita. Seperti Naza, di mana kita bisa memberi empati untuk Palestina,” kata Frederica dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Berhasil membawa Naza ke Indonesia membuat Frederica bahagia sekaligus bersyukur.
“Sampai kemarin ini saya kejar-kejar, harus membeli Naza untuk Indonesia. Jadi benar-benar sesuatu yang pengin kita suguhkan. Film yang bagus bisa kita tonton,” imbuhnya. Lebih lanjut, Frederica mengingatkan, film bukan sekadar hiburan pelepas penat.
“Kadang-kadang kita bukan cuma mau menonton sekadar hiburan, tapi sesuatu yang bisa mengisi emosi sampai semua badan kita berbicara dan mengeluarkan emosi,” Frederica menambahkan. Berikut 5 fakta tentang film Naza.
Venice Film Festival 2026
Tayang perdana dalam kompetisi utama Festival Film Internasional Venesia ke-83 pada 10 September 2026, Naza yang berdurasi berdurasi 1 jam 20 menit menang Special Jury Prize dan menuai pujian para kritikus maupun penonton.
Film dokumenter ini menelusuri sistem kecerdasan buatan dan pengawasan otomatis dalam sistem penargetan militer. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggunakannya selama perang dan genosida di kawasan Gaza.
Berbasis Wawancara 24 Tentara
Dalam pernyataan resmi yang mengudara di laman labiennale.org, Yuval Abraham dan Rachel Szor menyebut, pembuatan film Naza butuh waktu tiga tahun, dari 2023 hingga 2025. Alur film Naza bergulir berdasarkan berbagai data valid termasuk rekaman wawancara.
Variety pada 10 September 2026 mencatat, kedua sineas ini mewawancara 24 tentara dan perwira intelijen Israel di atas atap bangunan di Tel Aviv pada malam hari. Para narasumber itu tampil dalam siluet gelap dengan suara disamarkan demi melindungi identitas mereka.
Gambar Suasana Tel Aviv
Para narasumber dalam Naza buka kartu soal sistem kecerdasan buatan (AI) dan pengawasan melalui telepon seluler untuk mengidentifikasi target di Gaza, serta peran sistem itu dalam (maaf) pembunuhan massal warga sipil Palestina.
Rekaman wawancara ini diselingi rekaman gambar suasana Tel Aviv pada malam hari. Naza sendiri adalah akronim dari Nezek Agavi, yakni istilah militer Ibrani untuk kerusakan tambahan alias collateral damage.
Rekam Jejak Peraih Oscar
Sebagai informasi, Yuval Abraham dan Rachel Szor, adalah sutradara film No Other Land (2024), yang menyoroti kekerasan pemukim Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Film ini menang Piala Oscar kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.
Di balik film Naza, ada produser asal Inggris, James Wilson, dan produser eksekutif Jonathan Glazer. Keduanya adalah kreator The Zone of Interest (2024) yang menang Piala Oscar kategori Tata Suara dan Film Internasional Terbaik.
Standing Ovation 25 Menit
Naza disambut hangat di Festival Film Internasional Venesia ke-83. Ia mendapat standing ovation 25 menit. Melansir Deadline, 10 September 2026, ini standing ovation terlama dalam sejarah festival film tersebut. Kini, saatnya masyarakat Indonesia menyaksikan Naza.
Sutradara film Dua Garis Biru, Gina S. Noer mengajak anaknya yang sudah SMA menonton Naza. “Buatku ini kesempatan biar dia melihat bahwa ada yang lebih dalam dari sekadar cerita. Ada pemaknaan lebih dalam,” cetus Gina S. Noer kepada awak media.
Kabar baik lainnya, film Naza akan tayang reguler di bioskop mulai 16 Oktober 2026.






