spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Erwin Gutawa Kenang Mendiang Guruh Soekarnoputra, Guru Yang Rendah Hati

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia dalam usia 73 tahun di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada Sabtu, 26 September 2026. Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta, pada hari yang sama. Sejumlah seniman turut sedih dan kehilangan kala mendengar Guruh Soekarnoputra meninggal dunia. Salah satunya, Erwin Gutawa.

Ia mengunggah sejumlah potret kenangan dalam format monokrom di akun Instagram terverifikasi, Sabtu (26/9/2026). Bersama unggahan ini, Erwin Gutawa mengenang Guruh Soekarnoputra sebagai maestro, seniman, dan budayawan Indonesia. Publik tak perlu mempertanyakan seberapa besar cinta Guruh Soekarnoputra untuk Indonesia.

“Karena kecintaan yang sangat besar untuk bangsanya, semua karya-karya Mas Guruh (musik, lagu, sastra, tari, busana, etc) selalu mempunyai nilai ke-Indonesia-an yang sangat kuat dan indah,” Erwin Gutawa menulis di medsos, lalu mengenang album Guruh Gipsy yang menyapa publik pada 1977.

Para kritikus menyebut album ini berdampak besar dalam membentuk lanskap industri musik Indonesia. Guruh Gipsy menduduki peringkat kedua dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi majalah Rolling Stone Indonesia.

“Album Guruh Gypsy, Pagelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra masih menjadi standar bagus kualitas seni musik dan seni pertunjukkan di Indonesia. Dalam bermusik karya-karya mas Guruh sangat khas/berkarakter,” Erwin Gutawa menyambung.

 

Karya Guruh Menjadi Hit

Dalam pandangannya, Guruh Soekarnoputra banyak mengolah musik-musik etnik atau tradisi terutama Jawa dan Bali. Lirik-liriknya pun efektif membangkitkan rasa bangga Indonesia di hati audiens.

“Tidak hanya itu karya-karya lagu Mas Guruh juga banyak sekali yang sukses menjadi hit di industri musik Indonesia,” ungkap Erwin Gutawa, yang pernah mengaransemen lagu “Setia” dan “Kala Cinta Menggoda” karya Guruh Soekarnoputra.

“Dengan sifat kerendahan hatinya, tidak heran banyak sekali orang – para seniman (termasuk saya) yang menganggap Mas Guruh sebagai guru, mentor, inspirator, tokoh. Beruntung saya pernah bekerja sama secara dekat dengan beliau,” imbuhnya.

 

Kita Semua Kehilangan

Berkali-kali bekerja sama dengan Guruh Soekarnoputra membuat Erwin Gutawa bisa melihat lebih dekat kecintaan almarhum untuk Indonesia yang tertuang dalam karya seni. Karenanya, kepergian Guruh Soekarnoputra menjadi kehilangan besar untuk Indonesia.

Dalam pengujung pernyataan sikapnya, Erwin Gutawa mengucap selamat jalan untuk Guruh Soekarnoputra. Sang Guru telah berpulang, namun karya-karyanya menetap di hati insan seni dan pencinta musik Indonesia.

“Terima Kasih atas semua karya-karya indah Mas Guruh, saya yakin pasti akan selalu abadi. Selamat Jalan dengan tenang Mas. Kita semua kehilangan,” Erwin Gutawa mengakhiri. Rest in love, Mas Guruh…

 

 

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles