Indonesia kehilangan salah satu seniman besar sepanjang masa. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, Sabtu, 26 September 2026. Sejumlah artis papan atas Tanah Air melayangkan dukacita mendalam. Salah satunya, Krisdayanti.
Semasa hidup, Guruh Soekarnoputra pernah menyumbang lagu “Mahadaya Cinta” untuk Krisdayanti. “Mahadaya Cinta” direkam KD untuk memperkuat album Cahaya, rilisan Warner Music Indonesia, pada 2004.
Cahaya terjual lebih dari 450 ribu kaset hingga meraih plakat triple platinum. “Mahadaya Cinta” menjadi single ketiga dari album Cahaya setelah “Pilihlah Aku” dan “Cobalah Untuk Setia.” Setelah melayat ke rumah duka, Krisdayanti menyampaikan pernyataan sikap seraya mengenang kebesaran Guruh Soekarnoputra.
KD menyebut anak bungsu Bung Karno itu seniman besar dengan karya menembus ruang dan waktu. “Guruh Soekarnoputra seniman besar, marhaenis, dan pejuang partai. Karyanya akan abadi,” Krisdayanti menulis.
Dalam unggahan di akun Instagram terverifikasi, Sabtu (26/9/2026), KD menyebut Guruh Soekarnoputra menggelorakan rasa cinta Tanah Air dan dedikasi bagi Indonesia Raya lewat karya seni maupun kiprah di panggung politik.
“la pergi pada usia 73 tahun, meninggalkan perjalanan panjang yang tidak hanya tercatat dalam sejarah keluarga Bung Karno, tetapi juga dalam sejarah seni, kebudayaan, dan politik Indonesia, khususnya memberi melalui PDI Perjuangan,” cuit KD.
Mahadaya Cinta Hingga Candu Asmara
Seniman bernama lengkap Mohammad Guruh Irianto Soekarno Putra ini lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Guruh Soekarnoputra anak bungsu pasangan Bapak Proklamator Indonesia, Soekarno dan Ibu Negara, Fatmawati.
Dari tangannya, lahir sejumlah lagu hit. Selain “Mahadaya Cinta,” Guruh Soekarnoputra menulis “Kala Cinta Menggoda” dan “Kala Sang Surya Tenggelam” untuk Chrisye.
Sang Maestro juga menggubah lagu dangdut ikonis “Candu Asmara” untuk Cici Faramida. Karier Guruh Soekarnoputra di dunia seni dan politik berjalan beriringan.
Sugeng Tindak Bapak Guruh
“Tumbuh dalam keluarga yang berada di pusat pergulatan sejarah Indonesia. Mas Guruh sejak awal berada dalam lingkungan yang sarat dengan politik, kebudayaan, dan gagasan tentang Indonesia dan dunia,” Krisdayanti menambahkan.
Sang diva lantas mengakhiri pernyataan sikap dengan mengucap selamat jalan untuk Guruh Soekarnoputra. Terang-terangan Krisdayanti menyebut, lagu “Mahadaya Cinta” adalah warisan selamanya.
“Sugeng tindak Bapak Guruh. Matur nuwun atas warisan lagu untuk saya selamanya Mahadaya Cinta,” ungkap KD. Selamat jalan Guruh Soekarnoputra, karya-karyamu abadi melintasi generasi.






