Masih ingat Para Perasuk karya sineas Wregas Bhanutedja? Ya, film dengan bintang Angga Yunanda dan Anggun itu melaju ke Asian Academy Creative Awards 2026 atau AACA 2026. Para Perasuk membawa pulang tiga penghargaan dalam section National Winner Indonesia.
Ketiganya yakni, Pemeran Utama Wanita Terbaik (Anggun), Pemeran Utama Pria Terbaik (Angga Yunanda), dan Film Terbaik. Kini, mereka siap berkompetisi dengan para National Winner dari seluruh kawasan Asia untuk memperebutkan gelar Grand Winner.
Akun Instagram resmi film Para Perasuk mengumumkan kabar membanggakan tersebut sembari mengunggah sejumlah adegan termasuk karakter Bayu meniup suling dan Guru Asri memimpin Pesta Sambetan.
“Para Perasuk resmi dinobatkan sebagai National Winner – Indonesia di 3 kategori pada Asian Academy Creative Awards 2026: Best Feature Film (Para Perasuk). Best Actor in a Leading Role (Angga Yunanda sebagai Bayu). Best Actress in a Leading Role (Anggun sebagai Guru Asri),” tulis akun tersebut.
Sejumlah artis Tanah Air menyelamati. “Mbak Anggun!” seru Rossa lalu menyematkan emotikon kobar api di kolom komentar. “Mantap Mbak,” Afgan menambahkan. Bintang serial Reacher, Chris Rodriguez-Marquette membubuhkan emotikon tepuk tangan.
Pihak rumah produksi Rekata Studio mengumumkan, Para Perasuk akan mewakili Indonesia untuk memperebutkan Grand Winner Awards pada AACA 2026 di Singapura, dan bersaing dengan para National Winner dari berbagai negara Asia.
Kerja, Kepercayaan, dan Dukungan
“Pencapaian ini tentu tidak lepas dari kerja, kepercayaan, dan dukungan begitu banyak pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Para Perasuk,” cetus akun Instagram film Para Perasuk.
Film Para Perasuk mengisahkan, Pesta Sambetan atau kerasukan, tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan bagi warga Desa Latas, di pinggir Jakarta.
Ketika mata air keramat tempat para perasuk mencari roh terancam digusur, Bayu (Angga Yunanda) bertekad menjadi perasuk utama. Ia hendak memimpin Pesta Sambetan besar-besaran.
Sampai Sejauh Ini
Tujuannya, mengumpulkan dana untuk menebus mata air keramat. Namun di tengah jalan, Bayu sadar, ambisi saja tak cukup buat menjadikannya perasuk sejati sekaligus penyelamat Desa Latas.
Di Indonesia, Para Perasuk menyapa bioskop mulai 23 April 2026. Meski jumlah penonton tak menembus sejuta, film ini mendapat pujian kritikus untuk naskah hingga performa pemain yang prima. Tim Para Perasuk bersyukur atas pencapaian di AACA 2026.
“Terima kasih untuk semua yang telah berjalan bersama kami sampai sejauh ini. Semoga perjalanan ini terus membuka ruang bagi semakin banyak cerita dari Indonesia untuk bertemu dengan penonton yang lebih luas,” ungkap mereka.






