spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Itgitaf Menang AMI Award 2026, Bahas Karhutla Saat Pidato

Malam puncak AMI Awards 2026 di Jakarta, Rabu, 4 November 2026, menjadi momen emas bagi Itgitaf. Pasalnya, ia berjaya di tiga kategori yakni Karya Produksi Folk/ Country/ Balada Terbaik dan Video Lirik Favorit Dipersembahkan oleh YouTube untuk lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan.”

Selain itu, Itgitaf menang kategori bergengsi Album Terbaik-Terbaik lewat Berusaha di Bawah Hujan. Yang mentereng bukan hanya pencapaian album Berusaha di Bawah Hujan. Pidato kemenangan Itgitaf soal karhutla pun mencuri perhatian publik.

Mulanya, Idgitaf menjelaskan secara singkat konsep album Berusaha di Bawah Hujan yang mengawinkan genre country dan pop. Lewat lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan,” genre country yang selama ini punya citra segmented sukses menjangkau pasar lebih luas.

“Album ini adalah akulturasi country dan pop, jarang sekali di temukan di Indonesia. Tapi, aku berani melakukan itu. Tandanya kita semua tidak punya limitasi dalam melakukan seni. Aku memercayai itu,” Itgitaf menjelaskan di atas panggung.

Setelahnya, ia menyinggung soal hujan. Itgitaf menyadari, sebagian orang menganggap hujan adalah berkah. Sebagian lagi waswas karena hujan deras terus-menerus kerap mendatangkan bencana dari banjir bandang hingga tanah longsor.

“Dan berbicara tentang hujan, di luar sana, ada yang sedang sangat membenci hujan karena (memicu) longsor dan banjir. Dan ada juga yang sangat merindukan hujan, karena kebakaran hutan dan lain sebagainya,” Itgitaf menyambung.

 

Mencintai atau Membenci Hujan

Lebih lanjut, Itgitaf menyinggung tipis-tipis soal pentingnya restorasi dan akuntabilitas setelah bencana bertubi-tubi melanda Indonesia. Mengingat, kebakaran hutan dan lahan hingga kini belum 100 persen teratasi.

“Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya. Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas. Terima kasih, aku Itgitaf. Selamat malam,” pungas Itgitaf.

Berusaha di Bawah Hujan membawa pulang Piala AMI Awards kategori Album Terbaik Terbaik setelah mengalahkan Eklektiko (Isyana Sarasvati), Iqro’ (Raim Laode), Puting Beliung (Tenxi dan Jemsii), serta Semoga Hanya di Mimpi (Bernadya).

 

Untuk yang Sulit Bernapas

Sebagai informasi, Itgitaf bukan satu-satunya yang menyuarakan karhutla di panggung AMI Awards 2026. Sebelumnya, Hindia dan Dipha Barus menyorot masalah sosial setelah menang kategori Artis Solo Pria/ Wanita/ Grup/ Kolaborasi Dance Terbaik lewat “Nafas.”

Hindia menyebut lagu tersebut membahas napas, harapan, dan doa keluarga. “Lagu ini judulnya Nafas, tentang napas, doa, dan keluarga. Malam ini kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernafas karena alamnya dibakar,” cetusnya.

“Untuk yang sulit bernafas karena kebijakan tidak berpihak pada kita semua, dan untuk yang masih diadu domba,” ungkap Hindia di atas panggung. Hadiri menyambut hangat kepekaan para seniman dalam menyuarakan masalah sosial.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles