Masih ada satu catatan menarik dari peluncuran film Gasigogi karya sineas Lee Hwan Kyung dengan bintang Vino G Bastian dan Pevita Pearce. Dalam konferensi pers di Jakarta, belum lama ini, sejumlah pemain dan kru Gasigogi memakai baju warna ungu atau turunannya.
Ungu menjadi identitas sekaligus “nyawa” dalam Gasigogi. Lee Hwan Kyung yang melambung bersama film box office Miracle in Cell No. 7 menguak alasan di balik dominasi warna ungu khususnya, violet, dalam Gasigogi.
“Warna utama dari film ini ungu. Namun, ungu sendiri punya banyak palet. Jadi, warna yang mempresentasikan Gasigogi memang violet. Karakter anak dalam film ini, hatinya selalu ‘membawa’ warna ibunya, yakni ungu dan warna ayah, biru langit,” kata Lee Hwan Kyung.
“Perpaduan keduanya melahirkan violet. Belum bisa saya bocorkan sekarang tapi, nanti jika Anda menonton Gasigogi akan paham alasan di balik munculnya warna ini,” imbuhnya, lalu membenarkan bahwa Gasigogi memadukan elemen drama dan komedi.
Berkaca pada Miracle in Cell No. 7 yang meraih kesuksesan global termasuk di Indonesia, film ini membuat penonton menangis juga tertawa. Penonton akan merasakan resep yang kala menonton Gasigogi namun dengan kadar berbeda.
“Anggaplah film utuh itu 10. Kalau di film Miracle in Cell No. 7, elemen dramanya 6 dan komedinya 4. Dalam Gasigogi nanti, elemen dramanya 7 dan komedinya 3,” ungkap Lee Hwan Kyung, menjawab pertanyaan Volkpop.
Lumayan Panjang
Syuting film Gasigogi akan dimulai pada 8 November 2026. Vino G Bastian menyatakan, persiapan para pemain sudah matang setelah menjalani big reading di Jakarta, baru-baru ini. Ia terkesan dengan gaya Lee Hwan Kyung dalam mengarahkan pemain.
“Jika dibandingkan dengan reading lain yang pernah saya jalani, Gasigogi cukup lama. Per harinya, lumayan panjang. Walau jamnya tetap normal tapi, sekali reading bisa cuma satu dua scene karena sutradara mengulik dengan detail,” ucap Vino G Bastian.
Bintang film Kang Mak From Pee Mak menilai Lee Hwan Kyung ingin memastikan para pemain tak sekadar berlakon, tapi punya visi dalam tiap adegan maupun pengembangan karakter di depan kamera.
Adalah Kebanggaan
“Sutradara ingin para pemain tahu persis apa yang harus dilakukan dengan skrip ini. Jadi bukan semata-mata harus begini dan begitu, tapi bagaimana menerjemahkan adegan tersebut,” ia menambahkan.
Dalam kesempatan itu, produser Falcon Pictures, Frederica mengaku bangga sekaligus bersyukur bisa bekerja sama lagi dengan Lee Hwan Kyung setelah Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia mencetak box offce.
“Membuat film Indonesia bersama Mr Lee adalah kebanggaan. Pastinya bahagia sekali, juga dengan ensemble cast yang solid. Mohon doanya, kami mulai syuting. Semoga lancar, aman, bahagia,” tutur Frederica.






