spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Perdana, Vino G Bastian dan Pevita Pearce Adu Akting di Film Gasigogi

Vino G Bastian datang membawa kejutan manis. Untuk kali pertama, ia akan beradu akting dengan Pevita Pearce di film Gasigogi karya sineas Lee Hwan Kyung. Lee Hwan Kyung adalah sutradara film legendaris Miracle in Cell No. 7.

Vino G Bastian terkejut sekaligus bahagia akhirnya bisa berkolaborasi dengan Pevita Pearce yang meroket bersama film Tenggelamnya Kapal Van Der Wick. Vino G Bastian sudah kenal Pevita Pearce sejak lama. Sekitar dua tahun lalu, nama keduanya diumumkan sebagai bintang utama film action.

Sayang, hingga kini belum ada kabar lagi soal proyek tersebut. “Soal kerja sama dengan Pevita, kami sebenarnya saling kenal sudah lama dan pernah terlibat proyek bersama di luar film. Senang sekali akhirnya bisa berada di satu film layar lebar,” kata Vino G Bastian.

Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026), Pevita Pearce lega akhirnya bisa bersanding dengan Vino G Bastian di layar lebar. Ia mengikuti rekam jejak Vino G Bastian sejak belum menjadi bintang film seperti sekarang.

“Waktu saya kecil dan baru mulai menyukai film-film Indonesia, saya sudah menonton film-filmnya Vino di bioskop— bahkan waktu itu sebenarnya belum cukup umur buat nonton filmnya Vino, tapi ditemani oleh almarhum papa,” Pevita Pearce mengenang.

Siapa sangka rumah produksi Falcon Pictures menyatukan mereka dalam Gasigogi. Film ini juga menampilkan performa Faradina Mufti, Indra Jegel, Indro Warkop, Irma Rihi, hingga Luisa Adreena. Para pemain Gasigogi telah menjalani big reading.

 

Bahasa Bukan Kendala

Lebih lanjut, Vino G Bastian menjelaskan, perbedaan bahasa bukan kendala selama reading maupun syuting nantinya. Sejumlah penerjemah akan mendampingi Lee Hwan Kyung di lokasi syuting.

“Kalau kendala bahasa, alhamdulillah sama sekali tidak ada. Komunikasi berjalan sangat lancar karena didampingi tim penerjemah tiap hari,” ungkap bintang film Kang Mak From Pee Mak.

Fokus utama para pemain adalah menerjemahkan keinginan Lee Hwan Kyung agar tiap karakter berkembang dari segi kultur maupun emosi. Diskusi mendalam selama reading adalah kunci.

 

Baca Naskah di Pesawat

Pevita Pearce membenarkan seraya mengenang kali pertama menerima naskah Gasigogi. “Pertama kali menerima skrip, saya membacanya di pesawat dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Jakarta,” akunya.

Niat awal hanya ingin mencicil baca naskah. Siapa sangka selama dua jam penerbangan, air mata Pevita Pearce menetes gara-gara ceritanya solid sekaligus mengharukan. Seorang pramugari sampai menyapanya.

“Air mata menetes terus sampai sesenggukan. Pramugari bahkan sempat menghampiri dan bertanya, ‘Are you okay?’ Saya menjawab” I’m okay, the script is just very good,” Pevita Pearce membeberkan.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles