spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Jerome Polin Bahas Empati dan Kemiskinan Struktural, Apa Katanya?

Jerome Polin mendadak membahas uang, kerja keras, dan kemiskinan struktural. Ia menuang pemikiran itu di medsos. Mulanya, Jerome Polin mencuit soal “uang dingin” dan investasi in this economy. Namanya investasi, pasti ada uang yang ditanam dalam jangka waktu tertentu, bunga, dan passive income.

Masalahnya, tak semua orang bisa berinvestasi, mengingat pendapatan orang beda-beda. Tiap orang punya pekerjaan dan pendapatan berbeda-beda. Karenanya, empati sangat penting agar seseorang tak mudah menghakimi hidup orang lain.

“Pernah kepikiran gak, kalau kamu punya uang dingin 10M dan kamu invest di instrumen yang growth/kuponnya 5 persen per tahun saja, setahun kamu sudah dapat 500 juta. Artinya per bulan kamu bakal dapet sekitar 41,6 juta tanpa harus kerja,” Jerome Polin menulis.

“Kalau kamu lahir dari keluarga orang kaya yang punya modal kayak gitu, kamu enggak perlu kerja pun bakal tetap jauh lebih kaya dari yang terlahir di keluarga menengah ke bawah dan sandwich generation. Start tiap orang beda. That’s why we all need empathy,” imbuhnya.

Setelahnya, Jerome Polin membahas kemiskinan struktural. Pesohor dengan 9 jutaan pengikut di Instagram itu mengingatkan, seseorang (maaf) miskin belum tentu karena ia malas bekerja. Bisa jadi, ada faktor lain yang membuatnya demikian.

Jerome Polin mengenang, dulu sebelum belajar tentang kemiskinan struktural, ia pernah berpikir bahwa seseorang hidup susah karena kurang kerja keras saja. Titik. Padahal, penyebab kemiskinan tak pernah sesimpel itu.

“Setelah belajar, ternyata enggak gitu. Banyak orang yang kerjanya keras banget, tapi masih susah. Karena memang tidak mendapat gaji/apresiasi yang besar. Guru honorer, nakes, tukang becak, dll,” Jerome Polin berbagi perspektif.

 

Pergi ke Disneyland

Pekerjaan yang sama, di dua negara dengan sistem beda, bisa punya tingkat kesejahteraan berbeda pula. Jerome Polin lantas mengenang momen kala kuliah di Jepang. Di sana, ia bergaul dengan banyak orang dengan beragam latar belakang.

Selama di Jepang, banyak teman Jerome Polin bekerja paruh waktu dengan menjadi staf di restoran, toko baju, kasir pasar swalayan dan masih banyak lagi. Meski begitu, mereka masih bisa nongkrong dan piknik.

“Tapi mereka bisa pergi ke disneyland, main ke cafe estetik hits yang pricey, bahkan bisa punya gadget terbaru. Aku jadi makin paham, bahwa kesejahteraan atau kemiskinan itu sangat bergantung pada sistem (kebijakan, politik, budaya, sosial, dll),” urainya.

 

Hidup Susah

Dua orang bekerja keras dalam waktu yang sama, bisa sangat berbeda kondisinya. Itu semua bergantung pada sistem di mana dia hidup. Karenanya, Jerome Polin tak mau buru-buru menghakimi nasib seseorang.

Atau, menuding orang hidup susah karena malas kerja. Yang namanya orang malas, pasti ada di belahan bumi mana pun.

“Tapi bukan berarti semua yang hidupnya susah, adalah orang yang malas dan tidak bekerja keras, karena balik lagi, ada sistem yang bikin mereka emang susah untuk lepas dari kelas itu,” urai Jerome Polin.

 

 

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles