Manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan. Tampaknya, ini terjadi pada pasutri Tantri Syalindri dan sang suami, Arda Hatna. Maksud hati, ingin mengambil libur di bulan September ceria. Apa daya, rencana indah Tantri Syalindri dan Arda Hatna tak sesuai rencana.
Pasalnya, pasutri dengan dua anak ini malah “staycation” di rumah sakit. Arda Hatna mengunggah sejumlah potret kala menginap di salah satu rumah sakit swasta seraya mengenang rencana pelesiran hingga olahraga kandas.
“Bulan ini sepakat ambil libur sebentar. Rencana mau pelesiran bentar, olahraga, pacaran, nonton, beberes rumah, segudang rencana karena bulan lalu kami dikejar jadwal. Eh, ndilalah dikasih anak wedok sakit. Mesti begadang, kita ikut sumeng, akhirnya nginep di RS,” cuit Arda Hatna.
Setelah putrinya, Karanada Medina Tanarda sembuh, Arda Hatna dan Tantri Syalindri menarik napas lega. Sayang, kelegaan ini tak bertahan lama. Giliran si bungsu, Arkhairan Cadenza Tanarda menginap di rumah sakit.
Ujungnya, Tantri Syalindri dan Arda Hatna ikut ambruk. Jadilah, ayah, ibu, dan anak menginap bareng di rumah sakit. “Eh, gantian anak lanang sakit. Begadang lagi, kita ikut ambruk juga. Akhirnya nginep lagi di RS. Begitulah kehidupan dewasa ya,” cetusnya.
Berkaca pada pengalaman ini, mantan vokalis NAFF menyimpulkan, kadang keinginan dan kenyataan bertabrakan. Kalau sudah begini, manusia mesti belajar meredam emosi karena tak semua rencana yang telah disusun bisa berjalan lancar.
Yang Melegakan…
Meski menghadapi sederet kenyataan pahit, Arda Hatna percaya selalu ada hikmah di balik musibah. Ia lega sekaligus bersyukur punya istri “tahan banting” seperti Tantri Syalindri.
“Tapi yang melegakan, apapun kondisinya, kalau partner hidup saling mengisi dan sama-sama paham bahwa yang berat memang mesti dipikul bareng, rasanya jadi jauh lebih ringan,” beri tahu Arda Hatna.
Kadang Arda Hatna kuat, Tantri Syalindri melemah. Besok gantian, istri kuat namun Arda Hatna lagi butuh pertolongan. Semua dijalani Arda Hatna dan Tantri Syalindri dalam tabah berlandaskan kesadaran, rumah tangga butuh komitmen seumur hidup.
Seumur Hidup Itu Lama
“Dan seumur hidup itu lama. Jadi mungkin, bukan mencari pasangan yang selalu punya ritme yang sama, tapi belajar menyamakan ritme satu sama lain. Supaya ketika hidup tiba-tiba mengubah susunan lagunya, kita tetap bisa menari bareng,” ungkapnya.
Terkait insiden konser Kotak di Kota Tua Jakarta bubar gara-gara oknum penonton menebar gas menyengat, Arda Hatna menyebut, dalam situasi darurat, keselamatan personel Kotak, kru, dan para penonton adalah yang utama.
“Gak ada konser yg lebih penting daripada keselamatan kamu, team dan penonton. Kamu sudah mengambil keputusan yg bijak. Sekarang fokus pulihkan kondisi dan istirahat ya,” Arda Hatna menulis di Threads, pada 14 September 2026.






