Industri film Indonesia terus bertumbuh. Sejumlah rumah produksi baru bermunculan. Salah satunya, VM Pictures (VMP) yang memproduksi film perdana pada akhir 2026. Persiapan produksi mencakup pengembangan cerita, para pemain, kru, dan berbagai aspek teknis untuk memulai syuting.
Ada empat seniman yang membidani lahirnya VM Pictures yakni Viola Harahap, Muhtar Mili, Kicky Herlambang, dan Lukman Hqeem. Masing-masing membawa pengalaman dan peran berbeda dalam membangun VM Pictures.
Viola Harahap menjelaskan, persiapan film perdana momen penting bagi VM Pictures untuk menerjemahkan gagasan menjadi karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara kreatif. “VM Pictures bukan hanya soal mendirikan perusahaan. Kami ingin mulai dari karya. Karena itu, film menjadi salah satu langkah pertama yang kami persiapkan,” katanya.
“Setiap film punya prosesnya sendiri. Kami sedang mempersiapkan semuanya agar saat masuk produksi, tim sudah memiliki arah yang jelas,” Viola Harahap menambahkan.
VM Pictures mewarnai industri film Indonesia dengan mengedepankan lima pilar penting. Pertama, film sebagai salah satu fokus utama perusahaan. Kedua, periklanan termasuk kebutuhan produksi audiovisual untuk brand maupun perusahaan.
Ketiga, multimedia, mencakup berbagai bentuk produksi konten digital. Keempat, podcast yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap konten berbasis audiovisual dan percakapan. Terakhir, musik, termasuk produksi video klip.
Film Sebagai Fokus Utama
Lewat pernyataan tertulis yang diterima Volkpop, Rabu (23/9/2026), Muhtar Mili menyebut, lima bidang itu memberi ruang bagi VM Pictures untuk bekerja dalam berbagai bentuk produksi kreatif, tanpa menghilangkan fokus awal untuk masuk ke industri film.
Menurutnya, film bidang utama yang ingin dikembangkan VM Pictures sejak awal. “Film salah satu fokus utama kami. Kami juga melihat ada advertising, multimedia, podcast, dan musik. Lima bidang ini bagian dari VM Pictures,” tutur Muhtar Mili.
Lebih lanjut, ia menambahkan, karya bagian penting untuk memperkenalkan karakter rumah produksi kepada publik. Di sisi lain, VM Pictures membuka ruang kolaborasi bagi orang-orang berpengalaman dengan talenta-talenta baru yang punya potensi.
Butuh Proses Panjang
“Orang akan kenal kami dari karya yang kami buat. Jadi kami ingin mempersiapkan film ini dengan serius, dari cerita sampai seluruh proses produksi,” ucap Viola Harahap. Bersamaan dengan itu, VM Pictures mulai membangun identitas perusahaan via kanal digital.
Tak heran, VM Pictures memperkenalkan diri lewat website dan akun medsos. Lukman Hqeem yang menangani aspek story, development, dan konten mengatakan kehadiran di dunia digital salah satu cara VM Pictures memperkenalkan diri kepada publik.
“Film memang butuh proses panjang. Tetapi perusahaan tetap bisa berkomunikasi dengan publik selama proses itu berjalan,” urainya lalu menyatakan, aktivitas digital dapat menjadi ruang untuk memperlihatkan VM Pictures dari berbagai sisi.






