Jagat musik tanah air mendadak heboh usai kabar bahwa grup musik pop melayu Kangen Band bubar mencuat secara mengejutkan melalui akun media sosial pribadi sang gitaris, Dodhy Hardiyanto, pada Sabtu (12/9). Musisi berusia 40 tahun yang juga bertindak sebagai pendiri band tersebut mengunggah foto grup berlatar tulisan “Bubar” sembari meluapkan kekecewaan mendalam atas dinamika internal yang telah lama ia pendam.
Sang pencipta lagu-lagu hits ini menegaskan bahwa keputusan kontroversial tersebut ia umumkan dalam kondisi sadar tanpa paksaan pihak mana pun. Pasalnya, Dodhy mengaku telah memendam luka batin yang teramat perih selama bertahun-tahun mengarungi industri musik bersama rekan-rekannya.
Konflik internal ini kian meruncing setelah Dodhy melarang keras seluruh personel, mantan personel, hingga promotor acara untuk membawakan tembang-tembang ciptaannya di atas panggung. Selain itu, peringatan tegas tersebut mengancam eksistensi panggung grup asal Lampung itu yang selama ini sangat bergantung pada karya-karya emas miliknya.
Alasan Emosional Dodhy Nyatakan Kangen Band Bubar
Melalui takarir unggahannya, pria kelahiran 15 Mei 1984 tersebut menyinggung adanya praktik ketidakadilan yang merusak keharmonisan di dalam tubuh grup musik. Oleh karena itu, ia memilih mengambil langkah drastis dengan mengumumkan perpecahan grup secara terbuka di hadapan jutaan penggemar setianya.
“Bismillah saya dengan sadar menyatakan kangen band bubar di karnakan ada kezoliman di dalam nya. Saya selaku owner dan founder kangen band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama,untuk para personil yang terlibat dan para EO ,,di larang keras member dari ex kangen band membawa lagu2 ciptaan saya, saya ucapkan terima kasih sebesar besar nya,” pungkas Dodhy dikutip Sabtu (12/9).
Reaksi Dingin Manajemen dan Unggahan Konser Luar Negeri
Hingga saat ini, pihak manajemen maupun vokalis utama Andika Mahesa belum merilis pernyataan resmi untuk mengonfirmasi kebenaran klaim pembubaran tersebut. Sementara itu, publik dan para penikmat musik tanah air masih menanti kejelasan nasib kontrak panggung grup di masa mendatang.
Dodhy sendiri tampak masih membagikan ulang momen kebersamaan mereka saat menggelar konser di Hong Kong melalui Instagram Story. Di sisi lain, kontras antara pengumuman bubar dan unggahan aksi panggung tersebut memicu kebingungan serta tanda tanya besar di kalangan warganet.
Riwayat Perjalanan dan Perpecahan Band Melayu Legendaris
Grup musik yang terbentuk di Lampung sejak tahun 2005 ini telah melewati berbagai pasang surut industri hiburan serta sempat mengalami pergantian personel. Alhasil, deretan tembang legendaris seperti Tentang Aku, Kau, dan Dia serta Pujaan Hati yang lahir dari tangan dingin Dodhy sukses melambungkan nama mereka ke puncak popularitas.
Kabar perpisahan mendadak ini sontak menyulut rasa cemas dari basis penggemar militan yang menamakan diri mereka Doy Kangen Band. Kendati demikian, sebagian penggemar masih menaruh harapan agar pertikaian antarpendiri grup ini dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah kekeluargaan.
Gejolak royalti dan hak cipta karya memang kerap menjadi batu sandungan utama yang mengancam keutuhan grup musik legendaris tanah air. Selanjutnya, kepastian apakah Kangen Band bubar secara permanen atau sekadar letupan emosi sesaat masih terus bergulir menanti klarifikasi utuh seluruh personel.






