Kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalimantan datang dari berbagai pihak salah satunya Sherina Munaf. Bintang film Petualangan Sherina itu terbang ke Kalimantan untuk membantu memadamkan sejumlah titik api yang membakar hutan selama beberapa pekan terakhir.
Sherina menceritakan kronologi terbang ke Kalimantan di tengah kepungan asap. Pesawat terlambat terbang karena pendeknya jarak pandang akibat kabut asap. Bahkan, bau asap masuk ke pesawat di tengah perjalanan ke Kalimantan.
Sherina menyampaikan kesaksian ini dalam video di akun Instagram Pawerful Voices pada 2 September 2026.
“Berangkat dari Jakarta seharusnya jam 11.15 boarding. Cuma delayed, ada kesulitan visibilitas. Jadi, asap tebal sekali, dikhawatirkan nanti ketika landing susah visibilitasnya. Ketika mulai descending untuk landing, mulai tuh. Mulai keruh, mulai keruh, sampai akhirnya enggak kelihatan apa-apa. Dan itu bukan awan. Itu adalah asap dan bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat,” kata Sherina Munaf.
Saat bau asap menyelinap ke dalam pesawat, pelantun “Lihatlah Lebih Dekat” langsung pakai masker karena lama-lama terasa gatal. Jarak pandang membaik saat pesawat mulai turun dari ketinggian. Perlahan, atap-atap rumah penduduk mulai tampak.
“Baru agak kelihatan lagi visible Kalimantan dari atas itu ketika mendekati ground, ketika mendekati atap-atap tapi sebelumnya itu benar-benar asap, asap,” ujarnya. Mendarat di Kalimantan, Sherina Munaf langsung bekerja dengan sejumlah pihak.
Bantuan Logistik
“Lalu kita langsung ke Dinas Kehutanan bertemu dengan teman-teman yang bekerja susah payah ikut memadamkan api. Aku memberikan semangat dan juga beberapa bantuan logistik bersama BOSF,” Sherina Munaf menambahkan.
Sebagai informasi, BOSF adalah Borneo Orangutan Survival Foundation. Selain itu, pemilik album Gemini segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan tim pemadam.
Koordinasi ini membahas titik mana yang akan dikunjungi besok. Sherina Munaf juga menguak momen dramatis dalam perjalanan pulang. Ia mendengar kabar sejumlah sumber api yang melahap hutan.
Parah Banget
“Dalam perjalanan pulang, kita dikabarkan di Jalan Lingkar Luar itu ada sumber api juga. Sepertinya sih sudah dipadamin. Cuma bisa melihat bekasnya tuh hitam gitu ya dan ada beberapa kayak api-api kecil mungkin yang muncul,” imbuhnya.
Diduga, kemarau panjang dan angin kencang membuat sejumlah titik api yang semula telah padam menyala lagi. Momen ini membuat Sherina Munaf membayangkan perjuangan warga Kalimantan bertahan hidup di tengah kepulan asap.
Karhutla berkepanjangan benar-benar mengetuk hati nurani Sherina Munaf. “Jadi aku melihat api yang sekecil itu saja impak asapnya sudah parah banget dan aku enggak kebayang warga di sana terdampaknya seperti apa tiap hari,” pungkas Sherina.






