spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Salam 3 Jari Hindia dan Dipha Barus Saat Menang AMI Awards 2026

Malam puncak AMI Awards di Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026, menjadi saksi kemenangan Dipha Barus dan Hindia lewat “Nafas.” Lagu ini menang setelah bersaing dengan “Cowok Red Flag” (DNA & QoryGore), “On The Ground” (Ricza, Maretta, & Techno King), “Smile” (Steve Chris & Venes), hingga “Yalla Habibi” (Whisnu Santika).

Menggenggam piala AMI Awards 2026, Dipha Barus dan Hindia menyampaikan pidato. Mereka menyorot kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Bahkan, Dipha Barus dan Hindia mengacungkan salam 3 jari.

“Lagu ini judulnya Nafas. Dia bercerita atau kurang lebih isinya adalah tentang menyambung napas dan harapan dan doa keluarga. Mungkin malam ini, kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernapas karena alam yang dibakar,” kata Hindia, lalu mengacungkan jari telunjuk ke udara.

Para hadirin menyambut pernyataan Hindia dengan gemuruh tepuk tangan. Sementara itu, Dipha Barus menyahut, “Yes.” Satu kata ini mendukung Hindia kala menyorot masalah kebakaran hutan dan lahan di Tanah Air.

“Untuk yang sulit bernapas karena kebijakan tidak berpihak kepada kita semua dan untuk yang masih diadu domba,” imbuh Hindia, sembari mengacungkan jari tengah dan jari manis ke udara. Salam tiga jari ini menggarisbawahi tiga poin penting Hindia.

Sementara itu, Kamis (5/11/2026), Dipha Barus menyampaikan pernyataan sikap terkait kemenangan di AMI Awards semalam. Dipha Barus mengaku hati campur aduk kala Indra Herlambang menyebut namanya dan Hindia sebagai pemenang.

 

Campur Aduk Rasanya

Dipha Barus mengunggah delapan potret di akun Instagram terverifikasi. Foto pertama menampilkannya bersama Hindia mengacungkan salam 3 jari di panggung. Menyertai unggahan ini, ia pun berbagi perspektif terkait kemenangan lagu “Nafas.”

“Terima kasih @amiawards untuk penghargaan ini. Terima kasih keluarga kami di rumah, label kami, dan orang-orang yang bekerja di belakang layar untuk Nafas. Campur aduk rasanya menerima penghargaan ini,” Dipha Barus menulis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, “Nafas” menceritakan perjuangan menyambung napas keluarga. Liriknya terasa relevan hingga hari ini. Mengingat, sebagian rakyat Indonesia kini berjuang sekuat tenaga sekadar untuk bernapas di tengah karhutla.

 

Alam Dekat Rumah Mereka Dibakar

“Tapi hari ini masih banyak yang berjuang untuk bernafas karena alam dekat rumah mereka dibakar karena sulit bernafas lega di bawah kebijakan yang enggak berpihak,” ia memaparkan.

Dipha Barus mengingatkan, kritik bukanlah ancaman. Para seniman bersuara karena peduli kepada Ibu Pertiwi. Karenanya, Dipha Barus dan Hindia menolak diam. Mereka bersuara lewat karya seni. Lagu menjadi alat untuk menuangkan keresahan.

Dipha Barus mengaku lega bisa menyuarakan keresahan di panggung AMI Awards 2026. “Setelah ini, suara itu harus punya kaki. Let’s unite. Let’s organize,” pungkas Dipha Barus. Selamat untuk Dipha Barus dan Hindia.

 

 

 

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles