Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? adalah ulang buat atau remake film Korea Selatan rilisan tahun 2010 berjudul Wedding Dress karya sineas Kwon Hyung Jin. Rumah produksi Falcon Pictures menggarap versi Indonesia Wedding Dress dengan Herwin Novianto sebagai sutradara.
Marsha Timothy menjadi pemeran utama Ibu Bagaimana Aku Tanpamu?. Ia beradu akting dengan aktris cilik Fara Shakila. Ivan Gunawan, Praz Teguh, Sara Wijayanto, dan Kiki Narendra memperkuat film drama ini.
Film ini mengisahkan Stella (Marsha Timothy), yang jadi ibu tunggal setelah suaminya meninggal. Stella melanjutkan hidup sebagai desainer gaun pengantin di butik milik Prince (Ivan Gunawan) seraya membesarkan putrinya, Rere (Fara Shakila). Nahas menimpa Stella kala dokter menegakkan diagnosis kanker stadium empat.
Sadar hidupnya tak lama lagi, Stella merancang gaun pengantin khusus untuk Rere. Pasalnya, sel-sel kanker telah bermetastasis dari lambung ke paru-paru. Berganti hari dan minggu, sel kanker merusak otak Stella lalu mengganggu penglihatannya.
Stella berharap, meski almarhum, ia tetap bisa menghadiri pernikahan Rere lewat gaun. Prince mengakomodasi keinginan Stella dengan air mata berlinang.
Ulang buat tak membuat Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? sekadar meng-copy paste Wedding Dress. Ia juga tak terjebak menjadi tearjerker movie. Dramatisasi dalam Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? tak berlebihan. Terasa pas.
Tiga Poin Penting
Di sisi lain, Herwin Novianto berfokus pada tiga poin penting. Pertama, bagaimana karakter utama menghadapi kanker. Kedua, menyoroti Rere, sang anak yatim dalam menerima kenyataan bahwa hidup ibunya tak lama lagi.
Terakhir, soal sistem pendukung, dalam hal ini keluarga dan sahabat merespons kabar buruk dari Stella. Herwin Novianto menyajikan aspek ini tanpa berat sebelah. Ada satu dua tokoh yang responsnya tak tampak dan itu memang tak terhindarkan.
Hestu asisten Prince, misalnya. Di paruh pertama film, kita melihat kebaikan dan dukungan terhadap Stella. Pada paruh akhir serasa menghilang. Namun, penonton bisa berasumsi respons tokoh ini sudah diwakili Prince.
Teringat A Monster Calls
Cara Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? membahas kanker sedikit banyak mengingatkan kita pada A Monster Calls (J.A. Bayona, 2016). Bahwa saat salah satu anggota keluarga divonis penyakit mematikan, yang perlu dikuatkan bukan hanya pasien.
Keluarga yang merawat juga perlu disokong. Di A Monster Calls, bocah bernama Conor O’Malley (Lewis MacDougall) syok lalu menjadikan monster pohon sebagai tempat pelarian atas takut dan sedih yang menghantui. Lalu, pohon itu berbicara dan jadi teman Conor.
Saat itu Conor sadar, ia tak sendiri. Ada nenek (Sigourney Weaver), ayah yang telah bercerai, dan sistem pendukung lain. Tanpa harus didramatisasi, A Monster Calls sukses menggedor benteng pertahanan penonton hingga tangis pecah di bioskop.
Benturan Emosi dalam Dua Adegan
Serupa tapi tak sama, Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? melakukannya. Herwin Novianto patut disanjung atas kejeliannya dalam membenturkan dua adegan yang memuat emosi berbeda. Salah satu yang bikin hati hancur, saat Stella mulai bisa menertawakan kanker.
Dia bilang kepada dokter, harusnya kanker punya marga. Dokter lalu bertanya apa marga yang tepat untuk kanker? “Bangs**,” ucap Stella lalu tertawa. Tawanya terasa kecut. Dalam hitungan detik, adegan kemudian beralih ke Rere yang menggebuki tulisan kanker.
Adegan ini terjadi di ruang latihan wushu. Ya, Stella mulai berdamai dengan keadaan. Rere belum. “Benturan” dua adegan dengan emosi beda 180 derajat ini terjadi beberapa kali dan efektif memantik sensasi nyesek di dada. Walhasil, penonton mewek sejadi-jadinya.
Rentang Akting Marsha Timothy
Teknik ini didukung performa Marsha Timothy yang menyajikan rentang akting luas. Sedih tak harus mewujud dalam tangis. Tangisnya pun ada beberapa versi, jika Anda perhatikan. Ada kalanya air mata Stella tumpah.
Dalam adegan lain, air matanya mengendap di pelupuk lalu menetes pelan. Kita juga bisa melihat Stella menangis tanpa air mata. Fara Shakila mengimbangi. Kita tahu bagaimana film ini berakhir. Babak akhir film ini menjadi “medan perang” emosi bagi Fara Shakila.
Di tangan Fara Shakila, Rere memperlihatkan bagaimana gadis kecil berusia 10 tahun harus bisa meng-handle duka lara di bangsal rumah sakit. Sendiri. Rere mengalihkan rasa sakit dengan menyiram tanaman lalu mematikan radio yang kemresek.
Performa Fara Shakila
Fara Shakila mengeksekusi adegan ini dengan dahsyat. Ini bukti Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? memilih para pemain yang tepat. Bahkan, pemeran dokter dalam film ini pun bisa menyajikan gradasi emosi kala menghadapi pasien dewasa dan anak.
Pendek kata, Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? dengan durasi hampir 2 jam membingkai pertalian ibu dan anak tanpa terjebak ilustrasi musik grande biar lebih nampol meweknya. Atau, adegan lebay dengan tujuan akhir bikin penonton menangis semata. Fokusnya pada interaksi antar-tokoh dalam menyikapi masalah besar.
Semua disiapkan dengan detail hingga adegan hujan pun efektif memperdalam sendu dalam dunia Rere. Setelah Ayah Aku Mau Cerita yang bagus, Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? adalah remake Falcon Pictures berikutnya yang tergarap dengan apik.
Pemain: Marsha Timothy, Fara Shakila, Praz Teguh, Ivan Gunawan, Sara Wijayanto, Kiki Narendra
Produser: Frederica
Sutradara: Herwin Novianto
Penulis: Alim Sudio
Produksi: Falcon Pictures
Durasi: 1 jam, 51 menit






