Musisi Thana Ajeng dan Uki Sulaiman yang memperkuat duo Aviwkila mundur sejenak dari industri musik. Pengumuman ini mengudara lewat akun Instagram terverifikasi, pada 2 November 2026, bersama foto Thana Ajeng dan Uki Sulaiman berada di studio rekaman dengan pose salam tiga jari.
Aviwkila mundur tak lama setelah single baru mereka yang berjudul “Dipaksa Sehat di Negara Yang Sakit” viral. Lewat lagu ini, Aviwkila menyuarakan keresahan atas situasi sosial di Tanah Air belakangan ini. Banyak yang mendukung dan mengapresiasi kepekaan Aviwkila sebagai seniman.
Sayang, beberapa pihak menuding “Dipaksa Sehat di Negara Yang Sakit” memuat ujaran kebencian. Dalam unggahan lain di Instagram, Aviwkila mengaku menerima puluhan direct message (DM). Isinya, meminta mereka menurunkan lagu tersebut.
Pasutri Thana Ajeng dan Uki Sulaiman tak habis pikir ada pihak-pihak yang menganggap lirik lagu berisi keresahan sebagai ujaran kebencian. Karenanya, Aviwkila pamit sejenak.
“Kami pamit mundur sebentar. Tolong bantu lanjutkan teman-teman. Terima kasih untuk yang sudah mendengarkan, mendukung, mengingatkan dan berjalan bersama karya kami,” tulis duo Aviwkila seraya meyakini tiap karya memiliki perjalanan panjang.
“Kami percaya, sebuah karya bisa memiliki perjalanan yang lebih panjang daripada penciptanya. Lagu ini akan tetap ada di semua social media, dan teman-teman tetap bisa menggunakannya untuk menyuarakan keresahan dan harapan,” imbuhnya.
Ambil Jarak Sebentar
Lebih lanjut, Aviwkila menggarisbawahi mundur sejenak bukan karena takut bersuara sebagai seniman. Melainkan, mereka mengambil jeda untuk memperoleh ketenangan sembari bersiap dengan karya-karya baru lainnya.
“Untuk saat ini, kami pribadi memilih untuk mengambil jarak sebentar, memprioritaskan ketenangan, keamanan keluarga dan fokus mempersiapkan karya kami yang lainnya. Sebelum kembali bersuara semampunya,” cetus Aviwkila.
Setelah itu, Aviwkila menekankan, lagu “Dipaksa Sehat di Negara Yang Sakit” adalah bentuk kepedulian pada kondisi bangsa. Lewat karya seni, Aviwkila menyuarakan keresahan yang lahir dari hati nurani.
Bukan Karena Benci
“Sekali lagi, lagu ini kami tulis bukan karena benci, tapi karena peduli. Jaga diri, jaga keluarga, dan tetap saling menguatkan. Panjang umur perjuangan,” pungkas Aviwkila lalu mengibarkan emotikon Merah Putih.
Lebih dari 80 ribu orang mengirim tanda hati untuk pengumuman undur diri Aviwkila. Banyak netizen berterima kasih karena Thana Ajeng dan Uki Sulaiman mengekspresikan tema sosial dalam karya seni.
Merespons dukungan netizen, Aviwkila pun mencuit, “Kami akan tetap bersuara semampunya. Tapi untuk sementara demi keamanan dan ketenangan keluarga dan anak – anak kami, kami memutuskan mundur sebentar ya.”






