Celebrity doctor Gia Pratama berbagi kesan kali pertama mendengar detak jantung janin dalam kandungan sang istri, Syafira Imaniar. Hatinya terasa penuh. Syukur pun meluap. Saat Gia Pratama mengumumkan kabar bahagia ini di akun Instagram terverifikasi, pada 1 November 2026, warganet menyambut hangat.
Lebih dari 2,5 juta orang menyukai unggahan video Gia Pratama kala menemani Syafira Imaniar menjalani pemeriksaan USG. Selain itu, 200 ribuan komentar menggenangi kolom.
Momen ini menyadarkan Gia Pratama, ada jutaan orang di luar sana yang turut merayakan dan merasakan kebahagiaannya. Lebih lanjut, pesohor dengan 3 jutaan pengikut di Instagram itu merasa dipeluk orang se-Indonesia ketika Tuhan menurunkan rahmatNya.
“Satu detak kecil di rahim istriku, begitu banyak hati ikut berbahagia. Aku tak menyangka kabar ini akan disambut sedahsyat itu. Rasanya seperti dipeluk dari seluruh penjuru Indonesia. Aku dan Fira merasa teramat dicintai,” tulis Gia Pratama, di akun Threads terverifikasi, 3 November 2026.
“Betapa tulusnya teman-teman semua. Banyak yang belum pernah kami temui, tetapi ikut menangis, bersyukur, dan mendoakan seolah kami keluarga sendiri. Bahagia kami mendapat tempat di hati teman-teman semua dan itu indah sekali,” ia menambahkan.
Setelahnya, Gia Pratama berharap istrinya senantiasa sehat. Ia pun berharap, janin dalam kandungan Syafira Imaniar juga tumbuh sehat hingga hari persalinan tiba. Bahkan, Gia Pratama berjanji tak akan melupakan kebaikan netizen Indonesia.
Berdoa Seraya Membayangkan
Ia terus berdoa seraya membayangkan, saat buah hatinya lahir ke dunia. Saat itulah, Gia Pratama akan memberi tahu si kecil ada banyak orang baik di luar sana yang mendoakannya. Lalu, Sang Khalik mengabulkan doa-doa indah tersebut.
“Nak, sebelum kamu mengenal dunia, begitu banyak orang sudah menyayangimu. Kamu punya onty dan uncle online di seluruh Indonesia. Mereka bahkan sudah mendoakanmu sejak kamu masih berupa detak yang masih sayup-sayup,” cuitnya.
Setelahnya, Gia Pratama berterima kasih untuk setiap doa netizen. Ia berharap Allah menjaga Indonesia maupun para pasutri pejuang garis biru yang sedang menanti giliran untuk menerima kabar baik dari Sang Mahacinta.
Kasih Sayang Sederas Hujan
“Hari-hari ini, teman-teman memperlihatkan betapa hangatnya hati warga negeri ini. Semoga kasih sayang itu terus hidup. Menemani yang sedang berjuang. Menjaga anak-anak yang akan datang,” Gia Pratama menambahkan.
Gelombang doa dan ucapan selamat “menerjang” Gia Pratama. Ia berusaha semaksimal mungkin membaca serta membalas satu per satu pesan yang masuk lewat komentar, direct message, maupun WhatsApp.
“Namun kasih sayang teman-teman datang sederas hujan. Begitu banyak, begitu hangat, hingga melampaui kemampuan kami untuk membalas semuanya. Maafkan jika ada pesan yang belum terbalas,” pungkasnya.






