Masih ada catatan menarik dari malam puncak AMI Awards di Jakarta, Rabu, 4 November 2026. Andien menang kategori Artis Solo Soul/ R&B Alternatif Terbaik lewat lagu “Jatuh Pelan.” Setelah membawa pulang piala AMI Awards 2026, ia curhat di akun Threads terverifikasi dari ingin memeluk diri sendiri hingga takut menjadi penyanyi kedaluwarsa.
Andien juga mengenang momen debut lewat album Bisikan Hati pada 2000 atau 26 tahun silam. “Setiap datang ke AMI awards dan terima penghargaan rasanya kayak pengin peluk diriku sendiri, di tahun 2000. Anak kecil usia 15 tahun itu, yang sering enggak percaya diri. Look how far you’ve become, Ndien,” Andien menulis pada 5 November 2026.
Meski bukan kali pertama menang AMI Awards, tetap saja pemilik album Kinanti dan Kirana ini terharu. Sejenak Andien menoleh ke belakang dan menyadari, merintis lalu mempertahankan karier di industri musik Tanah Air selama 26 tahun bukan hal mudah.
“Hal yang bikin aku terharu pas nerima penghargaan di amiawards malam ini adalah karena aku udah 26 tahun di industri musik ini! Salah satu ketakutanku dulu adalah soal masa ‘kadaluarsa’ seorang penyanyi. Apalagi perempuan,” imbuh pelantun “Pulang.”
Salah satu fase “kritis” penyanyi perempuan adalah saat menikah, lalu hamil dan punya anak. Mereka kerap berada di persimpangan dilema setelah menjadi ibu. Fakta lain, menyeimbangkan karier musik dengan predikat istri sekaligus ibu juga tak gampang.
“Punya anak, masuk usia 40-an. Seolah ada batas waktu untuk tetap relevan. Tapi sejak mulai ngerjain album Sehidup Semusik, aku justru ngerasain spark baru yang luar biasa. Dan malam hari ini, aku semakin percaya bahwa we get to define our own prime,” cetus Andien.
Hati dan Empati
Andien menang di AMI Awards 2026 setelah bersaing dengan empat nomine lain, yakni Inis (“Dancing Thru The Fire”), Jinan Laetitia (“Pemalu”), Matter Mos (“Aturan Cinta”), dan Noni (“Too Lovely”).
Kemenangan ini tak lantas membuatnya menepuk dada. Andien ingat, sepanjang 2026, rakyat Indonesia tak henti didera bencana. Karenanya, ia mengirim hati dan empati untuk korban bencana termasuk satwa dan hutan.
“Aku juga ingin menaruh hati dan empati yang sangat-sangat besar terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Untuk hutan-hutan, untuk seluruh korban bencana alam, untuk semua anak-anak, semua satwa, untuk semua tumbuhan,” ucap Andien.
Musik dan Kemanusiaan
Lebih lanjut, ia percaya, seni dan rasa kemanusiaan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Karenanya, banyak musisi menuang kegelisahan dalam lagu dari perkara cinta hingga kritik sosial sebagai respons atas kondisi masyarakat.
Andien mengunggah momen menerima piala AMI Awards di platform Threads. Menyertai unggahan pada 4 November 2026 tersebut, ia berbagi pandangan soal seni dan kemanusiaan.
“Aku percaya, musik dan kemanusiaan selalu berjalan beriringan. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa setiap karya dan suara punya makna yang lebih besar,” Andien menulis.






