spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Kisah Cinta Guruh Soekarnoputra dan Mantan Istri dari Uzbekistan

Jagat hiburan Tanah Air berduka mendalam setelah maestro seni legendaris, Guruh Soekarnoputra, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (26/9/2026). Kepergian putra bungsu Presiden Soekarno ini sontak membuat publik kembali menyoroti sosok Sabina Guseynova sebagai mantan istri Guruh Soekarnoputra.

Seniman serbabisa berusia 73 tahun tersebut meninggal dunia sekitar pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Pasalnya, kondisi kesehatan sang koreografer kawakan dilaporkan menurun drastis akibat riwayat gangguan jantung yang ia derita sejak 2011.

Kabar duka ini langsung memantik rasa penasaran generasi muda terhadap perjalanan asmara sang pendiri Swara Maharddhika. Namun, sorotan utama warganet tertuju pada romansa lintas negaranya dengan penari jelita berkebangsaan Uzbekistan pada awal era 2000-an.

Jejak Romansa Mantan Istri Guruh Soekarnoputra

Pertemuan dua insan seni tersebut bermula ketika keduanya menghadiri festival kesenian internasional di Pyongyang, Korea Utara, pada April 2002. Alhasil, ketertarikan timbal balik langsung memercikkan benih asmara hingga sang maestro mantap memboyong pujaannya ke Indonesia.

Sang budayawan bahkan memperkenalkan pujaan hatinya kepada Megawati Soekarnoputri yang saat itu tengah menjabat sebagai Presiden RI. Oleh karena itu, langkah pendekatan personal tersebut membuktikan keseriusan hubungan mereka yang melangkah cepat ke jenjang pernikahan.

Pernikahan Beda Usia dan Mahar Bersejarah

Keduanya resmi menggelar akad nikah secara Islam di kota Tashkent pada 20 September 2002 silam. Di sisi lain, ikrar suci tersebut menyita atensi khalayak luas lantaran jurang perbedaan usia mereka yang membentang 27 tahun.

Pria kelahiran Jakarta ini saat itu berusia 49 tahun, sedangkan sang mempelai wanita baru menginjak usia 22 tahun. Selain itu, sang seniman menyerahkan mahar sakral bernilai historis tinggi berupa kitab suci Al-Qur’an dan mahakarya literatur Di Bawah Bendera Revolusi.

Pesta resepsi adat Jawa berlangsung megah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan kehadiran ribuan tamu undangan terhormat. Sementara itu, panggung resepsi memperlihatkan keanggunan sang penari asing dalam balutan busana pengantin tradisional khas Nusantara.

Akhir Bahtera Rumah Tangga dan Warisan Abadi

Bahtera rumah tangga pasangan seniman beda budaya ini rupanya tidak mampu bertahan mengarungi waktu hingga akhir hayat. Kendati demikian, keduanya sepakat memutuskan berpisah secara baik-baik pada 2009 setelah tujuh tahun hidup bersama tanpa momongan.

Pascaperceraian, perempuan asal Asia Tengah tersebut memilih angkat kaki meninggalkan Indonesia dan kembali menetap di kampung halamannya. Pasalnya, sang penari memilih menutup rapat kehidupan pribadinya dari sorotan kamera serta hiruk pikuk media hiburan Tanah Air.

Publik kini lebih mengenang adik Megawati tersebut atas dedikasi monumental karyanya seperti lagu legendaris Kala Sang Surya Tenggelam. Selain itu, karya revolusioner bersama grup musik Guruh Gipsy dan panggung GSP Production menempatkannya sebagai pahlawan seni sejati.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles