spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Jangan Terlalu Pede! Pengguna Mac Kini Jadi Incaran Empuk Kejahatan Siber Daring

Mitos bahwa laptop buatan Apple selalu kebal dari serangan siber kini resmi terpatahkan. Berdasarkan riset global Kaspersky pada Maret 2026 yang menjangkau 18 negara termasuk Indonesia, pengguna Mac justru lebih sering melaporkan insiden kejahatan digital daripada pengguna Windows.

Survei ini mencatat sebanyak 12 persen pemilik macOS mengalami infeksi malware dalam kurun satu tahun terakhir. Sementara itu, kesadaran memakai perangkat lunak keamanan tambahan pada perangkat Mac hanya mencapai 35 persen, berbanding 42 persen pada lini PC Windows.

Mitos Kekebalan Lenyap: Pengguna Mac Lebih Sering Jadi Mangsa Phishing

Selain itu, kelalaian dalam merespons pesan mencurigakan menjadi penyebab utama melonjaknya angka kejahatan ini. Di sisi lain, sebanyak 62 persen pengguna Windows aktif mengabaikan tautan berbahaya, sedangkan pemilik Mac hanya menyentuh angka 51 persen.

Oleh karena itu, kecenderungan mengabaikan bahaya tersebut berdampak fatal pada keamanan data pribadi responden. Akibatnya, laporan kasus pencurian data pribadi pada pemilik Mac menembus 12 persen, jauh melampaui pengguna Windows yang hanya berada pada angka tujuh persen.

Baca Juga: Cara Mabar Super Bear Adventure, Kini Bisa Main Bareng Lintas Platform

Selanjutnya, pakar keamanan siber Kaspersky, Sergey Puzan, memberikan peringatan keras terkait pola serangan peretas yang kian canggih. Ia menegaskan bahwa para peretas kini membidik semua platform tanpa memandang jenis sistem operasinya.

“Ada stereotip yang mengakar bahwa macOS secara inheren lebih aman karena basis penggunanya lebih kecil, sehingga penjahat siber menganggapnya sebagai target bernilai rendah atau karena platform itu sendiri memiliki banyak fitur keamanan yang tangguh,” ungkap Puzan.

Abaikan Kata Sandi Unik dan 2FA Bikin Peretas Senang

Namun, kecenderungan menyepelekan keamanan kredensial akun juga masih menjadi masalah krusial di kalangan pecinta laptop Apple. Sebagai contoh, pengguna macOS yang memanfaatkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) hanya berjumlah 46 persen, sementara pengguna Windows mencapai 51 persen.

Oleh sebab itu, Kaspersky sangat merekomendasikan penggunaan passkey dan pengelola kata sandi otomatis bagi para penggiat teknologi. Langkah modern ini terbukti efektif membendung aksi peretasan akun pribadi tanpa harus merepotkan pengguna saat login.

Di sisi lain, riset komprehensif yang melibatkan 7.200 responden ini membuktikan bahwa tidak ada sistem operasi yang sepenuhnya kebal. Pasalnya, kejahatan siber modern kini memanfaatkan kelalaian manusia melalui teknik penipuan emosional dan rekayasa sosial.

Pada akhirnya, kesadaran menjaga keamanan digital harus menjadi gaya hidup utama bagi seluruh anak muda penggiat teknologi. Oleh karena itu, setiap pengguna Mac di Indonesia wajib memperketat perlindungan perangkat mereka agar tidak menjadi korban peretasan berikutnya.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles