SMA Kolese Gonzaga Jakarta menggelar Gonzaga Festival dari 19 hingga 26 September 2026. Berlokasi di SMA Kolese Gonzaga Jakarta, festival tahunan ini memadukan elemen seni, olahraga, akademis, dan kuliner. Bintang tamu yang akan menutup Gonzaga Festival 2026 tak main-main, Sal Priadi dan Yura Yunita.
Gonzaga Festival 2026 membawa tema dan konsep Wild West dengan semangat “Menembus Rintangan, Mengejar Harapan.” Tahun lalu, temanya Retro Futurism dengan spirit “Bangkitkan Cita, Kobarkan Karsa.”
Ketua Panitia Siswa Gonzaga Festival 2026, Kenneth Elbert Gozali, menyebut, tema adalah identitas atau karakter acara. Festival ini tak hanya untuk siswa-siswi Gonzaga tapi juga masyarakat umum.
“Kami juga mengundang beberapa sekolah untuk tanding di sini. Mereka mendaftar secara mandiri dari SMP hingga SMA, jumlahnya enggak kalah banyak. Kami membuka kerja sama sponsor dengan sejumlah pihak termasuk produk,” katanya kepada Volkpop di Jakarta, pada Sabtu (21/9/2026). Jumlah pendaftar Gonzaga Festival 2026 membeludak.
“Ada 57 SMP dan 75 SMA yang mendaftar dengan total peserta 1.183. Itu terdiri dari 25 cabang lomba mencakup tiga kategori yakni akademis, olahraga, dan seni,” Ketua Panitia Guru Gonzaga Festival 2026, Odilia Galuh Ismoyo Bodro, S.Pd, menambahkan.
Para guru mendukung 100 persen kiprah siswa-siswi dalam menyelenggarakan Gonzaga Festival 2026. Setiap siswa yang mengontak pihak luar selalu dengan sepengetahuan guru pendamping. Bukan saat ada masalah, baru melapor kepada guru.
Belajar Membangun Koneksi
Wakil Ketua Panitia Guru Gonzaga Festival 2026, F.X. Abhyasa Naradhipa, B.Eng, menyatakan, belajar sejatinya tak hanya di ruang kelas. Dengan menjadi panitia Gonzaga Festival misalnya, para siswa belajar banyak hal termasuk membangun koneksi.
“Belajar membangun koneksi, belajar percaya diri kala menyampaikan presentasi di hadapan klien, belajar merangkul sebanyak mungkin orang untuk hadir di Gonzaga Festival 2026. Bahwa belajar tidak hanya di dalam kelas. Di sinilah wadahnya,” urainya.
Salah satu yang paling menantang dalam menggelar Gonzaga Festival yakni mengajak siswa untuk menjadi tuan rumah yang hospitable. Ketika dihadapkan pada situasi yang bertegangan tinggi atau pihak eksternal, remaja masih butuh pendampingan.
“Saya selalu mengingatkan mereka, rasa percaya diri kalian baik tapi jika ditambah pengalaman akan jauh lebih baik. Mengelola emosi dengan baik dan memilah kata saat berhadapan dengan pihak eksternal,” Abhyasa memaparkan.
Unik, Terbuka, dan Bahagia
Gonzaga Festival 2026 menjadi wadah para siswa belajar mengurus acara berskala besar secara profesional, dari soal partnership, sistem produksi, dan melobi artis untuk manggung di sesi penutupan. Semua dikerjakan dengan pendampingan guru sambil mengembangkan koneksi termasuk ke para alumni.
Pengalaman para siswa mengurus festival dari tahun ke tahun tak pernah sama. Sebagai contoh, yang tahun lalu mengusus lomba, tahun ini merasakan asyiknya menjalin partnership dengan pihak luar dan kerja sama sponsorship.
Kenneth berharap Gonzaga Festival 2026 berjalan lancar dan menyenangkan. Ia lalu memilih tiga kata untuk menggambarkan Gonzaga Festival tahun ini. “Unik. Terbuka. Bahagia,” pungkas Kenneth seraya optimistis, Gonzaga Festival 2026 menebar kebahagiaan untuk semua.






