Pelatih legendaris di liga bolabasket Indonesia, Tjetjep Firmansyah meninggal dunia di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar jam 10.00 WIB. Kabar Tjetjep Firmansyah mangkat mengejutkan banyak pihak. Salah satu yang syok, mantan atlet basket sekaligus aktor dan podcaster kondang Denny Sumargo.
Ia mengunggah foto kenangan Tjetjep Firmansyah di akun Instagram terverifikasi seraya menyatakan dukacita untuk keluarga almarhum. Ada banyak kenangan Denny Sumargo bersama Tjetjep Firmansyah.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang Tjetjep Firmansyah, legenda bola basket Indonesia dan salah satu pelatih yang paling berjasa dalam perjalanan hidup gue. Gue masih ingat, umur gue baru 16–17 tahun,” aktor berjuluk Pebasket Sombong itu mengenang.
Ada banyak orang yang meragukan keputusan Denny Sumargo untuk merantau ke Jakarta. Suatu hari, Tjetjep Firmansyah datang lalu mengajukan sebuah pertanyaan krusial untuk aktor film A Man Called Ahok dan Miracle In Cell No. 7 tersebut.
“Saat banyak orang meragukan jalan yang gue pilih, Kak Tjetjep datang dan bertanya, ‘Lu mau ngapain ke Jakarta?’ Gue jawab, ‘Tadinya mau cari kerja tapi belum dapat’ (Kak Tjetjep tanya) terus lu mau jadi apa di basket?” Denny Sumargo berbagi cerita.
Kala itu, ia menjawab dengan yakin akan jadi yang terbaik. Mendengar jawaban normatif ini, Tjetjep Firmansyah tertegun. Apalagi Denny Sumargo kala itu baru berumur 16 atau 17 tahun. Belum jadi siapa-siapa, tapi berani bilang begitu di depan seorang pelatih nasional.
Yang membuat haru, Tjetjep Firmansyah tak buru-buru menghakiminya. Ia malah menyelami lebih dalam pola pikir dan rencana Denny Sumargo. Momen ini membekas di benak Denny Sumargo hingga kini.
“Lalu dia tanya, ‘Caranya gimana?’ Gue jawab, ‘Kakak kan pelatihnya. Kakak tunjukkan jalannya. Dan saya akan buktikan kalau saya tidak main main.’ Dan dari situlah perjalanan gue di bola basket benar-benar dimulai,” tulisnya.
“Di saat orang lain melihat gue dengan keraguan, Kak Tjetjep adalah salah satu orang pertama yang memberikan gue kesempatan. Kesempatan itu akhirnya ikut mengubah seluruh jalan hidup gue. Selamat jalan, Kak Cecep,” ujar Denny Sumargo.
Denny Sumargo berterima kasih Tjetjep Firmansyah percaya kepada seorang anak yang saat itu belum punya apa-apa selain keberanian dan mimpi. Ia berdoa agar Tjetjep Firmansyah mendapat tempat terbaik di sisi Sang Khalik.
Bagi Denny Sumargo, Tjetjep Firmansyah memang telah mangkat. Namun semangat dan teladan yang diberikan semasa hidup, menetap di benak generasi berikutnya. Ia pun melantun doa indah untuk Tjetjep Firmansyah.
“Doa terbaik gue untuk Kakak. Dan kalau nanti Kakak melihat dari sana, semoga Kakak tahu: kesempatan yang dulu Kakak kasih ke gue, nggak pernah gue lupain seumur hidup. Al-Fatihah,” pungkas Denny Sumargo.






