Penyanyi dangdut papan atas Indonesia, Inul Daratista, membagikan lembaran masa lalu kelam saat menghadapi gelombang pencekalan panggung di awal kemunculannya di ibu kota Jakarta. Dalam perbincangan di kanal YouTube C8 Podcast, kisah Inul Daratista menyoroti pertolongan luar biasa dari mendiang artis legendaris Titiek Puspa yang menyelamatkannya dari jurang keputusasaan finansial.
Istri dari Adam Suseno tersebut mengaku kehilangan banyak kontrak kerja akibat aksi boikot massal yang melanda karier bernyanyinya. Selain itu, beban mentalnya kian bertambah berat lantaran ia harus menanggung kewajiban tagihan cicilan rumah yang menumpuk ke pihak perbankan.
Kondisi ekonomi yang terjepit membuat biduan kelahiran Pasuruan, 21 Januari 1979 ini nekat mendatangi kediaman Eyang Titiek Puspa demi meminjam uang dengan jaminan perhiasan cincin miliknya. Namun, sang maestro musik Tanah Air justru menolak agunan perhiasan tersebut dan langsung mengulurkan bantuan dana tunai dengan penuh keikhlasan.
Niat Menggadaikan Cincin dan Pertolongan Spontan Sang Legenda
Ibu satu anak ini mengenang kembali momen emosional saat ia menyodorkan satu-satunya harta berharga yang ia miliki demi bertahan hidup. Ia terharu mengingat betapa besarnya kemurahan hati sang musisi senior yang menolak mengambil keuntungan dari musibah orang lain.
“Aku sempat bayar, ‘Eyang, aku waktunya bayar cicilan rumah,’ gitu. ‘Aku kan banyak dicekal, enggak ada duit Eyang buat bulan depan,’ gitu. ‘Ini aku punya cincin ya, aku tinggal di sini aku pinjam uangnya.’ ‘Enggak usah,’ katanya gitu. ‘Pakai aja nih duitnya’,” kata Inul Daratista dikutip dari youtube C8 Podcast.
Kendati telah mengantongi dana darurat, terpaan kontroversi yang bertubi-tubi sempat meruntuhkan tekad sang pedangdut untuk meneruskan karier di Jakarta. Pasalnya, pelantun tembang Buaya Buntung tersebut merasa kehilangan arah hingga sempat berniat pamit pulang ke kampung halaman di Jawa Timur.
“Terus aku bilang lagi, ‘Eyang, aku mau pulang kampung aja deh,’ gitu. ‘Kayak enggak sanggup aku hidup di Jakarta,’ gitu. ‘Aku kalau dicekal-cekal ngapain aku di sini, enggak bisa ngapa-ngapain.’ ‘Ora usah’,” lanjutnya.
Keputusasaan Memuncak dan Ajakan Tur Konser Keliling Kota
Mendengar keputusasaan sang junior, Titiek Puspa menolak membiarkan talenta emas pedangdut berbakat itu menyerah pada keadaan. Oleh karena itu, sang artis legendaris langsung merangkul Inul untuk bergabung dalam agenda tur panggung keliling berbagai kota selama hampir dua bulan penuh.
“Dikasih kerjaan, ‘Wis, tak golekno job kowe. Nyanyi ambek aku,’ katanya gitu. Aku diajak keliling dari Jakarta, mutar terus dari Jakarta, Karawang, Bekasi, sampai nyebrang ke Banyuwangi. Itu 1 bulan sampai 2 bulan,” beber pelantun Buaya Buntung itu.
Melunasi Cicilan Ratusan Juta dan Ikatan Batin Abadi
Sementara itu, penghasilan profesional dari rangkaian konser bersama Eyang Titiek berhasil memulihkan arus kas keuangan sang biduan secara signifikan. Alhasil, uang hasil kerja keras tersebut sanggup melunasi tunggakan cicilan rumah mewah yang mencapai ratusan juta rupiah.
“‘Iki cukup, Nduk, nggo bayar 6 bulan iki,’ katanya gitu. ‘Wis, kowe tenang sik.’ Bayar cicilan rumah aku tuh waktu itu Rp200 sampai Rp250 jutaan loh,” ungkap Inul.
Selanjutnya, kebaikan tulus yang terajut selama lebih dari dua dekade tersebut menempatkan Titiek Puspa sebagai figur orang tua kedua bagi sang diva dangdut. Pada akhirnya, kisah Inul Daratista ini membuktikan bahwa kegigihan melewati masa sulit dan kehadiran sosok penolong sejati mampu mengubah badai keterpurukan menjadi puncak kesuksesan yang kokoh.





