Momen 17 Agustus tidak harus selalu diisi dengan upacara, perlombaan, atau kegiatan bersama keluarga. Bagi pencinta film, momentum Hari Kemerdekaan juga bisa menjadi kesempatan untuk menyaksikan film kemerdekaan Indonesia yang mengangkat berbagai sisi perjuangan bangsa.
Namun, cerita tentang kemerdekaan tidak selalu berkutat pada pertempuran di garis depan. Sejumlah sineas justru menghadirkan kisah dari sudut pandang penerbang muda, tokoh agama, masyarakat sipil, hingga figur yang berjuang melalui jalur kemanusiaan.
Oleh karena itu, daftar berikut menawarkan pilihan tontonan yang lebih beragam untuk Gen Z. Selain menyajikan ketegangan dan drama, film-film tersebut juga memperlihatkan bagaimana perjuangan mempertahankan Indonesia berlangsung melalui banyak cara.
Film Kemerdekaan Indonesia dengan Aksi dan Perjuangan Tak Biasa
1. Kadet 1947 (2021)
Kadet 1947 membawa penonton ke masa ketika Indonesia menghadapi ancaman Belanda setelah Perang Dunia II. Film arahan Rahabi Mandra dan Aldo Swastia ini berfokus pada sekelompok kadet Angkatan Udara yang terlibat dalam misi berbahaya untuk mempertahankan Republik.
Menariknya, cerita tersebut terinspirasi dari operasi udara yang dilakukan para calon penerbang Indonesia pada 1947. Film ini juga memadukan unsur aksi, persahabatan, keberanian, dan proses pendewasaan sehingga terasa lebih dekat dengan penonton muda.
2. Sang Kiai (2013)
Jika ingin melihat perjuangan dari perspektif tokoh agama, Sang Kiai bisa menjadi pilihan. Film garapan Rako Prijanto ini mengangkat kisah KH Hasyim Asy’ari dan perjuangan masyarakat pesantren ketika Indonesia berada di bawah pendudukan Jepang.
Cerita berkembang ketika KH Hasyim Asy’ari menghadapi tekanan pemerintah pendudukan Jepang. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, perjuangan tersebut berlanjut ketika seruan untuk mempertahankan kemerdekaan menggugah para santri dan masyarakat.
3. Soegija (2012)
Soegija menawarkan pendekatan berbeda karena tidak semata-mata menempatkan pertempuran sebagai pusat cerita. Film ini mengikuti perjalanan Monsinyur Albertus Soegijapranata dalam periode pergolakan Indonesia sejak masa pendudukan hingga perang mempertahankan kemerdekaan.
Cerita juga memperlihatkan kehidupan sejumlah karakter dari latar berbeda di tengah kekacauan perang. Dengan demikian, film ini menghadirkan sisi kemanusiaan, diplomasi, dan penderitaan masyarakat ketika Indonesia melewati masa yang penuh gejolak.
Pilihan Lain untuk Maraton Film Bertema Sejarah
4. Kartini (2017)
Kartini bisa menjadi pilihan bagi penonton yang ingin melihat perjuangan melalui jalur pendidikan dan pemikiran. Film ini membawa kisah Raden Ajeng Kartini serta gagasannya mengenai pendidikan, kebebasan berpikir, dan posisi perempuan pada masa kolonial.
Alih-alih mengandalkan adegan peperangan, film tersebut menempatkan gagasan dan keberanian bersuara sebagai bentuk perlawanan. Karena itu, kisah Kartini tetap relevan bagi generasi muda yang melihat pendidikan sebagai bagian penting dari perubahan sosial.
5. Perburuan (2019)
Perburuan mengambil latar menjelang Proklamasi Kemerdekaan dan menghadirkan ketegangan melalui kisah Hardo, seorang pejuang yang kembali ke kampung halamannya setelah melarikan diri dari kejaran tentara Jepang.
Film yang diadaptasi dari karya Pramoedya Ananta Toer tersebut menggabungkan drama psikologis dengan situasi politik yang penuh tekanan. Alhasil, penonton tidak hanya mengikuti pengejaran, tetapi juga melihat pergulatan karakter ketika masa depan bangsa berada dalam situasi genting.
6. Soekarno (2013)
Bagi penonton yang tertarik pada perjalanan tokoh proklamator, Soekarno dapat masuk dalam daftar tontonan. Film ini menempatkan perjalanan Soekarno sebagai pusat cerita dan memperlihatkan berbagai fase penting dalam kehidupannya sebelum Indonesia mencapai kemerdekaan.
Selain itu, kisah tersebut memperlihatkan bagaimana aktivitas politik, pengasingan, hubungan personal, dan perjuangan menuju kemerdekaan saling berkaitan. Dengan pendekatan biografi, film ini memberikan gambaran tentang perjalanan panjang sebelum detik Proklamasi.
7. Jenderal Soedirman (2015)
Jenderal Soedirman menghadirkan sosok Panglima Besar yang tetap memimpin perjuangan meskipun menghadapi kondisi kesehatan yang berat. Ceritanya berfokus pada perang gerilya dan keteguhan mempertahankan kemerdekaan ketika situasi militer Republik berada dalam tekanan.
Film ini cocok bagi penonton yang menyukai drama perang sekaligus kisah kepemimpinan. Selain memperlihatkan strategi gerilya, ceritanya juga menonjolkan keberanian seorang pemimpin yang menolak menyerah terhadap keadaan.
8. Battle of Surabaya (2015)
Terakhir, Battle of Surabaya menawarkan pengalaman berbeda melalui format animasi. Ceritanya mengikuti Musa, seorang anak muda yang menjalani kehidupan sebagai penyemir sepatu sekaligus menjalankan tugas rahasia di tengah Pertempuran Surabaya.
Kehadiran karakter anak dalam situasi perang membuat kisah ini memiliki pendekatan yang lebih ringan secara visual, tetapi tetap membawa atmosfer perjuangan. Karena itu, film ini bisa menjadi alternatif bagi Gen Z yang ingin menikmati cerita sejarah melalui medium animasi.
Baca Juga: Selamat, Film Spider-Man: Brand New Day Rangkul 6 Juta Penonton di Indonesia!
Pada akhirnya, film kemerdekaan Indonesia tidak selalu harus menyajikan kisah peperangan dalam skala besar. Dari keberanian para kadet, perjuangan tokoh agama, keteguhan pemimpin, hingga kisah masyarakat sipil, setiap film menawarkan cara berbeda dalam menggambarkan perjuangan bangsa. Jadi, momen 17 Agustus bisa menjadi waktu yang tepat untuk memilih satu atau beberapa judul dan menikmati kembali cerita tentang perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.






