Musisi, YouTuber, sekaligus pesohor Reza Octavian atau Reza Arap debut di layar lebar sebagai sutradara lewat Harusnya Horror. Film ini dibintangi Lula Lahfah bareng AAA Clan yang terdiri Tierison, Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Arianto, dan Teguh Prakoso (Tepe).
Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/8/2026), Reza Arap mengaku ingin mengeksplorasi kemampuan diri khususnya di film. Ia bersyukur proyek Harusnya Horror dinaungi produser Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani dari Ess Jay Pictures.
Sebagai seniman, mengembangkan kemampuan diri sangat penting. “Niat utama gue pengin eksplorasi diri sendiri, skill set-skill set baru, dan pengin yang lain juga. Bisa membuka skill set baru yakni akting,” katanya. Harusnya Horror juga menandai kali pertama AAA Clan berakting. Reza Arap puas berproses dengan mereka.
“Kalau ditanya apakah puas atau dibilang puaskah sama akting-akting mereka di sini? Otomatis puas karena mereka sudah memberikan yang terbaik apalagi untuk pertama kalinya,” beri tahu Reza Arap.
Namun Reza Arap menolak berpuas diri. Harusnya Horror yang tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026 bukan tujuan akhir melainkan langkah awalnya bareng kawan-kawan. Industri film luas dan kini menghibur audiens dengan beragam medium. Terus belajar adalah kunci.
“Maksud gue, di dunia perfilman itu luas dan gue pengin mereka benar-benar bisa eksplorasi bukan cuma dari segi karakter tapi lebih ke ketemu orang-orang baru. Karena dari situlah yang akan membentuk pribadi mereka ke depan,” ia menambahkan.
Meski puas dengan kinerja AAA Clan di lokasi syuting, Reza Arap menyematkan sejumlah catatan termasuk tantangan mengarahkan pemain. Karena mayoritas pendatang baru, ada saja “gebrakan” saat syuting.
“Yang paling sulit di-direct? Teman-teman juga sudah pada menonton di sini, ya? Yang paling sulit di-direct adalah Tepe,” akunya. “Pertama, alasannya karena dia kedip terus,” Reza Arap membeberkan.
Sering kedip saat akting rupanya “terbaca” oleh kamera dan mengganggu dari aspek visual maupun kedalaman akting. Karenanya, Reza Arap beberapa kali mengulang adegan dan mengingatkan Tepe.
“Kita mengulang belasan kali cuma buat nungguin dia kapan berhenti kedip kalau ngomong. And it’s true, that’s the fact. Pe, bisa enggak lo berhenti ngedip? Dan ngomong sulit, belibet, belum ngedipnya,” imbuhnya.
Di sisi lain, Reza Arap menarik napas lega karena akhirnya Harusnya Horror beroleh tanggal rilis dan siap menyapa para pencinta sinema. Meski sangat menantang, ia tak kapok menjadi sutradara film.
“Kalau untuk film selanjutnya entah sekuel, film berbeda, atau dengan treatment beda ke depannya, gua cuma bisa jawab lihat hasilnya dulu. Semoga hasilnya yang ini bisa diterima dengan baik,” pungkas Reza Arap.






