Kabar melegakan akhirnya menyelimuti industri musik tanah air. Kangen Band batal bubar setelah sempat memicu kegaduhan publik akhir pekan lalu.
Sang gitaris sekaligus pendiri band, Dodhy Hardiyanto, menyampaikan klarifikasi damai melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (14/9/2026). Musisi berusia 42 tahun asal Bandar Lampung itu mewakili seluruh personel Kangen Band.
Dodhy juga meminta maaf atas drama pembubaran sepihak yang sempat membuat jutaan penggemar bersedih. Pasalnya, deklarasi emosional pada Sabtu (12/9/2026) muncul akibat luka batin dan konflik internal.
Titik terang perdamaian muncul setelah seluruh awak band berkumpul di Jakarta. Mereka menggelar dialog terbuka tanpa perantara untuk menyelesaikan masalah internal.
Selain itu, komunikasi intensif tersebut sukses mencairkan ego antarmember. Mereka kini kembali menyatukan tekad demi menyelamatkan masa depan grup yang telah berkarya selama dua dekade.
Pernyataan Resmi Dodhy Usai Kangen Band Batal Bubar
Dodhy menyadari kabar perpisahan mendadak itu sempat melukai hati para pendengar setia. Oleh karena itu, sang komposer menyampaikan rasa bersalah kepada keluarga besar band.
“Untuk seluruh keluarga besar Kangen Band dan kalian yang selama ini setia mendukung kami. Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keributan yang terjadi beberapa waktu lalu, terutama setelah kami sempat menyatakan bahwa Kangen Band akan bubar,” tulis Dodhy di Instagram, Senin (14/9/2026).
Melebur Ego dalam Diskusi Panjang Penuh Emosi
Pertemuan para personel berlangsung emosional. Mereka kembali mengingat masa sulit saat merintis karier dari bawah di Lampung sejak 2005.
Sementara itu, memori suka duka selama dua puluh tahun membuat mereka kembali menghargai ikatan persaudaraan. Mereka menilai hubungan tersebut terlalu sakral untuk diputus begitu saja.
“Setelah melalui diskusi yang panjang, melelahkan, dan penuh emosi, akhirnya kami kembali duduk bersama. Kami bicara dari hati ke hati, mengingat kembali perjalanan panjang yang sudah kami lalui, perjuangan, tawa, air mata, dan begitu banyak kenangan yang tidak mungkin begitu saja kami hapus,” katanya.
Air Mata Penggemar Jadi Alasan Tetap Melangkah
Isak tangis ribuan penggemar di jagat maya menyentak kesadaran seluruh anggota band. Di sisi lain, mereka menyadari bahwa karya Kangen Band bukan lagi milik individu di atas panggung.
Karya tersebut juga menjadi bagian dari masyarakat luas. Karena itu, para personel sepakat merapatkan kembali barisan untuk melanjutkan perjalanan band.
Mereka juga akan melanjutkan jadwal tur konser dan proyek musik yang sempat tertunda. Alhasil, keputusan ini menunjukkan proses pendewasaan band dalam menghadapi perbedaan karakter.






