Tak lama setelah vlog Maudy Ayunda yang bertajuk “Mindfulness in The Age of Bad News” viral hingga kebanjiran reaksi negatif, Jerome Polin Sijabat menulis utas pendek di medsos membahas bad news atau berita buruk dan privilese.
Jerome Polin mengajak publik mengedepankan empati. Berita buruk, selama bukan hoaks, adalah kejadian nyata dan fakta. Ada yang jadi korban dari kejadian buruk tersebut. Sering kali korbannya banyak. Karenanya, empati penting di tengah situasi seperti sekarang.
“Aku tahu banyak dari kita yang capek lihat bad news, aku pun sering merasa seperti itu. Tapi dipikir2 lagi, kalo capek ‘cuma’ karena lihat bad news, itu sudah bisa dibilang privilege. Bayangin orang yang menjadi ‘korban’ langsung dari bad news yang kita lihat,” tulis Jerome Polin lewat akun Threads pada Minggu, 13 September 2026.
Setelahnya, Jerome Polin membahas sejumlah tragedi yang terjadi di Tanah Air dari kebakaran hutan dan lahan alias karhutla, hingga stok BBM langka yang memaksa warga antre berjam-jam.
“Kebakaran hutan bikin udara sangat berbahaya, stok BBM langka jadi harus ngantri berjam-jam, pemadaman listrik bergilir, keracunan makanan, dan banyak lagi. Capek dan sengsaranya mereka pasti berkali-kali lipat,” Jerome Polin mengingatkan.
Pesohor dengan 9 jutaan pengikut di Instagram itu berpendapat, artis atau influencer bisa membantu meningkatkan atensi, agar berita-berita buruk dapat perhatian pihak terkait dan segera diatasi. Bahkan, para pesohor bisa menggalang dana untuk meringankan beban sesama.
Bersuara untuk Membantu
Dalam cuitannya, Jerome Polin menggarisbawahi, utas di Threads itu tak bermaksud menyindir pihak tertentu. Cuitan ini dimaksudkan sebagai pengingat untuk kita semua agar mengedepankan empati dalam masa-masa susah.
“Jadi, imo the least we can do adalah bersuara untuk membantu meningkatkan attention, repost berita supaya makin banyak yang aware dengan kondisinya, berdonasi (kalau punya rejeki lebih), dan di level yang lebih tinggi, turun langsung untuk membantu,” ujarnya.
“Anyway im writing this buat semua kita, bukan buat satu-dua orang, karena aku yakin yang mengalami situasi seperti ini pasti banyak (at least di lingkungan aku banyak yg curhat jg kalo mereka capek dengerin bad news, dan ini yang aku jawab),” imbuh Jerome Polin.
Piring Makan Kesenggol
Saat artikel ini disusun, Senin (14/9/2026) malam, cuitan Jerome Polin viral dan disukai lebih dari 6 ribu orang. Ratusan orang merespons tulisan Jerome Polin di Threads seraya menyikapi sejumlah bencana yang menimpa Ibu Pertiwi.
“Jadi kritis tidak harus menunggu piring makannya kesenggol,” akun @nind**** merespons. “Thanks udah selalu bantu bersuara Jerome! I wish banyak influencer dan public figure yg masih waras mau speak up. Jujur makin miris,” cetus @piph****.
“Thanks for raising this, Jerome. Kita semua manusia biasa yg bisa aja capek dengerin bad news belakangan ini. Tapi dgn tetap memilih utk tetap speak up adalah tanda kita masih punya rasa kemanusiaan dan hati nurani,” @flon**** menyahut.






