spot_img

Top 5 This Week

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

6 Lagu Indonesia Berjudul Dia Dari Vina Panduwinata Hingga Anji, Yang Mana Favoritmu?

Ada banyak lagu Indonesia berjudul “Dia.” Judulnya sama namun beda melodi dan lirik. Penulis lagu dan penyanyinya pun berbeda.

Yang paling fenomenal tentu “Dia” yang direkam Si Burung Camar, Vina Panduwinata, pada tahun 1984. Daya ledak lagu ini menggema hingga melintasi tahun dan generasi. “Dia” menjadi hit besar Vina Panduwinata di samping “Di Dadaku Ada Kamu.”

Ada lagi “Dia” milik Erdian Aji Prihartanto atau Anji dalam format single pada 2016. “Dia” versi Anji beresonansi dengan berjuta telinga dan hati audiens.

Contoh lain lagu “Dia” yang direkam solis Nadya Fatira yang cukup sukses di pasar. “Dia” juga menjadi judul lagu hit sejumlah penyanyi papan atas Tanah Air dari generasi diva dangdut Evie Tamala hingga Maliq & D’Essential dan Sammy Simorangkir.

Mayoritas lagu “Dia” berisi ungkapan cinta dari hati terdalam untuk seseorang yang menghiasi hati. Bahkan, “Dia” dari Evie Tamala merefleksikan kondisi gagal move on karena mantan kekasih terus membayangi pikiran. Di tangan Evie Tamala, sensasi galaunya terasa berkali-kali lipat.

Urusan penghayatan, Evie Tamala yang melambung bersama lagu “Dokter Cinta” dan “Selamat Malam” memang tak tertandingi. Kali ini Volkpop merangkum 6 lagu Indonesia berjudul “Dia” yang jadi hit besar dan dikenang hingga kini. Dari enam lagu berikut ini yang mana favoritmu dan masih jadi andalan di ruang karaoke bareng bestie?

Dia (Sammy Simorangkir)

Mantan vokalis Kerispatih ini memulai karier solo lewat album Aku Kembali (2012) dengan hit “Sedang Apa dan Di Mana” serta “Kesedihanku” yang sukses di pasar. Single ketiga dari album ini, “Dia,” bercorak pop romantis dengan tanjakan nada di bagian refrein.

Refrein dieksekusi Sammy Simorangkir dengan teknik dan penjiwaan dalam. Melodinya sendu, tapi lirik merefleksikan jatuh cinta berbalut kagum: Kuingin dia yang sempurna untuk diriku yang biasa. Kuingin hatinya, kuingin cintanya, kuingin semua yang ada pada dirinya…

Dia (Maliq & D’Essential)

Free Your Mind yang dilepas Maliq & D’Essential pada 2007 adalah bukti kesuksesan album 1st bukan kebetulan. Pop jaz yang mereka usung simbol kematangan dalam bermusik. Lagu “Heaven” dan “Beri Cinta Waktu” mendarat dengan manis di telinga maupun hati audiens.

Free Your Mind kemudian dikemas ulang dengan hit “Dia.” Yang ini jauh lebih nendang. Seluruh bagian lagu ini “racun” yang melenakan pendengar, apalagi suara sang vokalis terasa empuk sejak melantun: Temukan apa arti di balik cerita, hati ini terasa berbunga-bunga…

Dia (Vina Panduwinata)

Rasanya tak ada lagu yang direkam tiga kali dan sukses tiga kali pula kecuali “Dia” karya Randy Anwar. Versi aslinya dilantun Vina Panduwinata, memperkuat album Citra Ceria yang dilepas pada 1984. Bersama “Di Dadaku Ada Kamu,” “Dia” jadi hit besar menembus zaman.

Setahun kemudian, “Dia” direkam Sheila Majid hingga membuat kariernya meroket. Pada 1997, Reza Artamevia merekam “Dia” dengan sentuhan R&B dan boom! Pendekatan Reza yang autentik membuat publik (sejenak) lupa bahwa “Dia” lagu lawasnya Vina Panduwinata.

Dia (Rocket Rockers)

Berbekal premis menarik, hubungan dengan waktu lama bukan jaminan berakhir dalam janji suci, tapi pasti membekas di hati. Kalau sudah begini, korban patah hati butuh waktu lama untuk move on. Rocket Rockers menggubah tema lara hati dengan penuh selera lewat “Dia.”

Poin utama “Dia” yakni hubungan yang menemui jalan buntu. Si dia berubah dan hilang saat komitmen untuk lebih saling mengerti tumbuh. Tidak terdengar merengek, Rocket Rockers tampil gagah meski ditinggal dia. Lagu ini terasa menyakitkan tanpa kehilangan wibawa.

Dia (Anji)

Dirilis 10 tahun lalu, video klip lagu “Dia” dari Anji mendulang lebih dari 100 juta views. Jadilah “Dia” pusaka sakti mandraguna dalam rekam jejak Anji sebagai solis setelah tak lagi bersama Drive. Rahasia sukses lagu ini bisa jadi, aransemen simpel didominasi petikan gitar.

Petikan gitar “tipis-tipis” ini dilapisi suara Anji yang bold dengan hook pada refrein dan akhir lagu. Hasil akhirnya, vokal Anji terdengar sangat jernih dan tulus mengekspresikan suara hati laki-laki lewat lirik: Oh Tuhan, kucinta dia, kusayang dia, kurindu dia, inginkan dia…

Dia (Evie Tamala)

Evie Tamala menerjemahkan susah move on lewat “Dia.” Melansir dari berbagai sumber, “Dia” dirilis Evie Tamala pada 1999. Berdurasi lima menit lebih, lagu ini mencapai klimaks di akhir dengan repetisi kata dia bersama backing vokal dibalut aransemen musik megah.

Akhir lagu mengisyaratkan sulit move on, tepat seperti lirik di awal yakni, “Dia, hanya dia, hanya bayangannya yang selalu menggoda. Ke mana diriku melangkah selalu ada dia.” Di YouTube lagu ini mendulang jutaan views, pertanda “Dia” dicari dan disukai lintas generasi.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles