Buang angin sesekali memang menjadi tanda sistem metabolisme tubuh bekerja dengan baik. Namun, kamu wajib mengenali penyebab sering kentut dan bau menyengat yang muncul tanpa henti.
Pengeluaran gas berlebih yang terjadi secara konstan kerap mengindikasikan adanya masalah penyerapan nutrisi di usus. Akibatnya, sisa makanan yang tertahan mengalami pembusukan bakteri yang tidak wajar.
Selain memicu rasa begah, aroma busuk mirip belerang menandakan adanya ketidakseimbangan mikrobioma organ pencernaan. Oleh karena itu, perubahan aroma gas tubuh menjadi alarm penting bagi kebugaran fisikmu.
Sinyal Medis dan Penyebab Sering Kentut dan Bau Busuk
Dilansir dari siaran kesehatan Eating Well, para pakar gastroenterologi mengingatkan bahwa gas berbau tajam adalah sinyal tubuh. Masalah ini kerap berakar dari kegagalan usus dalam mencerna karbohidrat kompleks.
“Umumnya kentut yang tidak berbau merupakan bagian normal dari proses pencernaan,” kata dokter ahli gastroenterologi dan hepatologi Rucha Shah sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Selasa (25/8).
“Karena komponen makanan yang tidak tercerna sering kali difermentasi oleh bakteri di dalam usus besar,” katanya.
Bahaya Disbiosis dan Penumpukan Gas Belerang
Ahli diet Sarah Glinski bersama dokter Supriya Rao menyoroti penurunan populasi bakteri baik yang memicu disbiosis usus. Di sisi lain, sisa protein yang membusuk di saluran cerna menghasilkan gas beracun.
“Ketidakseimbangan ini dapat memicu penguraian protein yang tidak tercerna di usus besar, yang menghasilkan senyawa seperti amonia dan hidrogen sulfida,” kata Glinski.
Ancaman SIBO dan Solusi Menjaga Kesehatan Usus
Ahli gizi Ashley Oswald menambahkan bahwa sindrom SIBO dan IMO memicu kembung kronis akibat migrasi bakteri ke usus halus. Oleh sebab itu, konsumsi makanan rendah serat dan stres harian wajib segera kamu kendalikan.
Menelusuri akar penyebab sering kentut dan bau membantu kamu mencegah komplikasi penyakit saluran cerna sejak dini. Jangan ragu berkonsultasi ke dokter spesialis jika keluhan perut kembung dan diare terus berlanjut!






