Banyak orang masih terpaku pada angka timbangan sebagai standar utama keberhasilan saat mereka rutin melakukan olahraga. Padahal, para ahli kesehatan kini justru lebih menyoroti pentingnya menjaga massa otot untuk kesehatan jangka panjang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 1,8 miliar orang dewasa di seluruh dunia tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup. Kebiasaan jarang bergerak ini memicu risiko penyakit jantung hingga diabetes yang sangat berbahaya bagi kebugaran.
Kurangnya gerak mengakibatkan penurunan massa otot secara drastis seiring dengan bertambahnya usia manusia setiap tahunnya. Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan membuat seseorang kehilangan kemandirian saat masa tua nanti.
American College of Sports Medicine (ACSM) menyarankan latihan kekuatan sebagai cara paling efektif untuk mempertahankan fungsi fisik tubuh. Fokus utama saat ini bergeser pada pembentukan lean muscle yang bukan berarti harus berotot besar layaknya binaragawan.
Pakar longevity Peter Attia menekankan bahwa kekuatan otot merupakan modal utama agar seseorang tetap aktif menjalani hidup berkualitas. Massa otot yang kuat membantu tubuh menopang persendian dengan baik serta meningkatkan sistem metabolisme secara signifikan.
Baca Juga: Tips Memilih Pengharum Kamar Mandi agar Wangi Tahan Lama
Latihan beban ternyata tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan mental manusia. Berbagai studi menunjukkan bahwa olahraga resistensi efektif memperbaiki suasana hati dan menekan gejala depresi yang muncul.
Selain porsi latihan yang cukup, tubuh manusia juga sangat membutuhkan proses pemulihan atau recovery yang seimbang. Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat memastikan organ tubuh berfungsi maksimal dalam waktu yang sangat lama.
Dokter spesialis gizi klinik dr. Angela Dalimarta memberikan pandangan penting mengenai kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebugaran tubuh. Beliau mengingatkan agar orang-orang tidak hanya terpaku pada angka berat badan saat sedang berolahraga.
“Masyarakat sering berfokus pada penurunan berat badan, padahal menjaga kekuatan otot dan kemampuan tubuh untuk pulih juga merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas hidup seiring bertambahnya usia,” ujar dr. Angela.
Industri wellness global melahirkan tren baru seperti pilates-inspired strength training untuk membangun kekuatan tanpa beban berlebih pada sendi. Studio Bodyform di Jakarta Selatan bahkan sudah menerapkan teknologi pemantauan detak jantung secara langsung serta pemulihan berbasis infrared bagi para membernya.





