For Revenge kembali menembus daftar trending 20 YouTube Indonesia lewat lagu baru “Museum Duka.” Tak sendiri, band beranggotakan Boniex Noer, Arief Ismail, Izha Muhammad, dan Archims Pribadi, ini menggandeng YB beserta Tepe. YB adalah Reza Arap atau Reza Oktavian.
Sementara itu, Tepe adalah Teguh Prakoso, streamer asal Jember, Jawa Timur, yang piawai menabuh drum. Lirik lagu “Museum Duka” mengulas kesedihan, kehilangan, dan ketidaksiapan menghadapi perpisahan.
Bertindak sebagai penulis lagu “Museum Duka” yakni Moch Boniex Nurwega, Faisal Riant Sahputra, dan Reza Oktovian. Kolaborasi ini melahirkan lagu indah bermakna dalam hingga panen pujian pencinta musik Tanah Air. Susunan notasi, pemilihan diksi untuk lirik, hingga penjiwaan vokalis membuat “Museum Duka” terasa istimewa.
“Dalam dan dapat banget aura dan roh lagu ini lewat lengkingan Boniex, akting dan suara khas YB dan gebugan drum Mas Phey. Sakitnya sampai nembus,” akun Bron**** mengapresiasi di kolom komentar.
“Memang kalau disuruh merayakan patah hati, For Revenge enggak ada lawannya. Liriknya indah dan dalam, suara konsisten, musik pilu, ditambah background person YB X TP, jadi terjun ke jurang paling dalam. Shout out buat kalian,” Juli**** menambahkan.
Di sisi lain, klip “Museum Duka” meluncur di YouTube sejak 4 September 2026. Saat artikel ini disusun, pada Sabtu (12/9/2026), klip “Museum Duka” yang berdurasi 3 menit 30 detik membuka tiga besar daftar trending 20 dengan mendulang lebih dari tiga juta views.
Debut Lewat Album Fireworks
Sebagai informasi, melansir dari berbagai sumber, For Revenge debut lewat album Fireworks yang berisi 10 lagu dengan “Termentahkan” sebagai single berbahasa Indonesia pertama mereka.
Selanjutnya, pada 2013, For Revenge merilis album kedua, Second Chance bareng Off The Records. Berisi 11 lagu, band ini memproduksi tembang berbahasa Indonesia seperti “Sendiri,” “Lentera,” “Pulang,” dan “Permainan Menunggu.”
Get Closer With for Revenge
Tahun 2021, For Revenge melahirkan album mini Get Closer With for Revenge yang berisi lima lagu. Setahun berselang, nama mereka meroket saat melepas album Perayaan Patah Hati babak 1.
Desember 2025, sekuel Perayaan Patah Hati menyapa publik. Perlahan tapi pasti, For Revenge jadi ikon musik generasi kekinian. Patah hati tak harus diratapi. Ia berhak dirayakan layaknya jatuh hati. Berikut lirik lagu “Museum Duka.”
Di tengah riuh
Di sela gegap gempita yang beradu
Dan ingar bingar yang tak lekas meredup
Terulang lagi
Kudengar lagi
Nama yang kuyakini menunggu
Meski takkan terjawab
Kalimat yang belum lengkap
Ini terlalu cepat
Aku tak pernah siap
Jika tak bisa mati
Tetap duka yang akan kupilih
Jika hidup tersangkal mati
Rumah mana yang harus kutempati lagi?
Katanya waktu kan menyembuhkan
Dan tak ada yang sukar di luar batasan
Ini terlalu cepat
Aku takkan pernah siap
Jika tak bisa mati
Tetap duka yang akan kupilih
Jika hidup tersangkal mati
Rumah mana yang harus kutempati?
Jika tak bisa
(Jika tak bisa)
Mungkin tak bisa
Kan kujalani dengan jiwa yang mati
Bergegas kukembali (kukembali)
Pusara yang kau huni (kau huni)
Jika tak bisa mati
Tetap duka yang akan kupilih
Jika hidup tersangkal mati
Rumah mana yang harus kupilih nanti?






