OpenAI mulai memperkuat sistem keamanan ChatGPT untuk pengguna remaja dengan menghadirkan sejumlah fitur baru yang dirancang sesuai usia. Langkah ini bertujuan agar remaja tetap bisa memanfaatkan AI untuk belajar dan berkreasi tanpa mengabaikan perlindungan maupun peran orang tua.
OpenAI menyebut hampir sembilan dari 10 remaja yang menggunakan ChatGPT setiap minggu memakainya untuk belajar, mencari informasi, mengembangkan keterampilan, atau meningkatkan produktivitas. Karena itu, perusahaan menilai akses terhadap teknologi AI perlu berjalan beriringan dengan sistem keamanan yang sesuai tahap perkembangan pengguna.
Perusahaan menilai melarang remaja mengakses AI hingga berusia 18 tahun bukanlah solusi yang relevan. Namun, OpenAI menegaskan penggunaan ChatGPT oleh remaja harus mendapat perlindungan tambahan untuk menghadapi risiko yang berbeda dari pengguna dewasa.
Salah satu fitur yang diperluas adalah Study Mode yang kini dapat diaktifkan oleh orang tua melalui Parental Controls. Ketika fitur tersebut aktif, mode belajar akan menjadi pengaturan bawaan saat remaja memulai percakapan baru di ChatGPT.
Study Mode tidak dirancang untuk langsung memberikan jawaban akhir kepada pengguna. Fitur ini mendorong proses belajar melalui pertanyaan pemandu, penjelasan bertahap, dan ruang refleksi agar remaja memahami materi secara lebih mendalam.
OpenAI juga menghadirkan starter prompts khusus pendidikan untuk membantu remaja membuat panduan belajar, merangkum catatan, menyusun flashcard, membuat soal latihan, hingga memeriksa kejelasan dan validitas informasi. Perusahaan mengembangkan fitur tersebut bersama guru, ilmuwan pendidikan, dan pakar pedagogi.
Pengguna remaja juga mendapat pengalaman interaktif untuk mempelajari matematika dan sains dengan lebih visual. OpenAI menyebut sekitar 18 juta pengguna mingguan telah memanfaatkan fitur tersebut yang mencakup lebih dari 300 topik, termasuk integral, mitosis, fotosintesis, dan fase bulan.
Sistem ChatGPT juga dapat memperkirakan usia pengguna dan memberikan pengalaman yang lebih sesuai apabila mendeteksi seseorang berusia di bawah 18 tahun. Remaja tetap dapat mengeksplorasi berbagai topik, tetapi sistem memberikan pembatasan tambahan terhadap konten berisiko seperti kekerasan grafis, menyakiti diri sendiri, tantangan berbahaya, citra tubuh tidak sehat, serta roleplay romantis atau seksual yang tidak sesuai usia.
OpenAI turut memperluas Parental Controls dengan sejumlah pengaturan baru bagi orang tua. Mereka dapat mengatur jam penggunaan, menonaktifkan Voice Mode, mengelola akses pembuatan gambar, serta menerima pemberitahuan ketika sistem mendeteksi situasi berisiko serius, termasuk indikasi potensi menyakiti diri sendiri.
Pendekatan tersebut dikembangkan bersama guru, siswa, pakar keselamatan anak, profesional kesehatan mental, peneliti, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil. OpenAI juga menggandeng sejumlah organisasi, termasuk Moonshot, American Federation of Teachers, American Psychological Association, Common Sense Media, everyone.ai, dan Family Online Safety Institute untuk memperkuat perlindungan remaja di tengah perkembangan AI.





