New York City kembali menempati posisi teratas sebagai kota dengan jumlah jutawan terbanyak di dunia. Berdasarkan World’s Wealthiest Cities Report 2025, kota yang menjadi pusat finansial Amerika Serikat itu dihuni sekitar 384.500 jutawan dan 66 miliarder.
Data tersebut menunjukkan bahwa kekayaan sebuah kota tidak hanya dapat diukur dari kemegahan gedung pencakar langit atau tingginya biaya hidup. Jumlah individu dengan aset besar juga menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kekuatan ekonomi, daya tarik investasi, dan perkembangan bisnis di sebuah wilayah.
Laporan World’s Wealthiest Cities Report 2025 dirilis oleh Henley & Partners bersama New World Wealth. Seperti dikutip dari laman Prioritas BCA, Amerika Serikat masih mendominasi daftar kota dengan jumlah jutawan terbanyak, meski sejumlah kota di Asia terus menunjukkan pertumbuhan kekayaan yang pesat.
New York memiliki sejumlah faktor yang membuatnya mampu mempertahankan posisi sebagai kota terkaya di dunia. Salah satu yang paling berpengaruh adalah keberadaan Wall Street yang menjadi pusat keuangan global dan mempertemukan investor, perusahaan multinasional, serta pelaku bisnis dari berbagai penjuru dunia.
Kekuatan sektor keuangan tersebut membuat New York tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi orang-orang kaya. Kota ini juga menjadi ruang bertemunya modal, peluang bisnis, dan berbagai keputusan ekonomi yang berdampak luas terhadap pasar global.
Selain pasar modal, infrastruktur modern turut memperkuat daya tarik New York sebagai pusat ekonomi dunia. Akses terhadap jaringan bisnis internasional membuat kota ini terus menjadi magnet bagi investor dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis mereka.
Ekosistem bisnis yang kuat juga membuka peluang bagi lahirnya perusahaan dan inovasi baru. Kondisi tersebut membuat kekayaan di New York tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan, tetapi juga berkembang melalui berbagai bidang usaha yang menopang perekonomian kota.
Dominasi New York dalam laporan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana konsentrasi orang-orang dengan kekayaan besar dapat mencerminkan daya saing sebuah kota. Semakin banyak individu kaya yang menetap, semakin besar pula potensi perputaran modal dan aktivitas investasi di wilayah tersebut.
Meski Amerika Serikat masih menjadi kekuatan utama dalam daftar kota terkaya, perkembangan kota-kota di Asia mulai memberikan persaingan. Pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, serta meningkatnya aktivitas investasi membuat sejumlah kota di kawasan tersebut terus memperkuat posisi mereka dalam peta kekayaan global.
New York pun tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu pusat bisnis paling berpengaruh di dunia melalui kombinasi sektor keuangan, infrastruktur modern, dan ekosistem ekonomi yang kuat. Posisi teratas dalam World’s Wealthiest Cities Report 2025 menjadi gambaran besarnya daya tarik kota tersebut bagi para jutawan dan miliarder.





